Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : solusi

Peran Intellectual Capital, Dewan Direksi dan Komisaris Independen Dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan Yuandri, Ria; Keristin, Usnia Wati
Solusi Vol. 23 No. 1 (2025): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v23i1.11260

Abstract

Kinerja keuangan merupakan salah satu aspek penting bagi perusahaan, hal tersebut dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam mencapai stabilitas keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari beberapa variabel termasuk intellectual capital, dewan direksi dan komisaris independen terhadap kinerja keuangan, yang diukur dengan menggunakan return on asset pada perusahaan customer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan selama 4 tahun yaitu pada tahun 2020-2023. Populasi penelitian ini yaitu sebanyak 45 perusahaan. Banyaknya data sampel ditentukan dengan pendekatan purposive sampling yang mana sampel diambil berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti, dengan jumlah sampel sebanyak 180 data, akan tetapi terdapat data ekstrim sehingga membuang data ekstrim tersebut sebanyak 36 data, sehingga data yang akan diteliti sebanyak 146 data. Data yang digunakan menggunakan data sekunder dengan teknik dokumentasi yang diperoleh melalui annual report perusahaan customer non-cyclicals yang terdaftar di BEI. Analisis data penelitian menggunakan metode regresi linear berganda yang diuji menggunakan program IBM SPSS Statistis 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel intellectual capital, dewan direksi dan komisaris independen telah memenuhi seluruh uji asumsi kalsik dan uji hipotesis penelitian. Dari hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa hanya intellectual capital yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan untuk variabel dewan direksi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, dan variabel komisaris independen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Untuk itu hanya satu hipotesis yang diterima yaitu pada hipotesis pertama intellectual capital, sedangkan untuk hipotesis kedua dan hipotesis ketiga yaitu dewan direksi dan komisaris independen ditolak.
Implikasi Struktur Modal dan Cash holding Pada Kinerja Keuangan Perusahaan Cindy, Cindy; Wati Keristin, Usnia
Solusi Vol. 23 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v23i2.11750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh struktur modal dan kepemilikan kas terhadap kinerja keuangan perusahaan properti dan real estat yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan masa penelitian tahun 2020-2023. Struktur modal diukur menggunakan Debt to asset ratio (DAR) karena cukup jarang digunakan dalam penelitian, cash holding dengan rumus kas dan setara kas dibagi dengan total asset, dan Return on asset (ROA) untuk mengukur kinerja keuangan. Populasi penelitian yang digunakan sebanyak 92 perusahaan property dan real estat yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui metode purposive sampling, diperoleh 21 perusahaan yang sesuai dengan kriteria sebagai sampel penelitian lalu diperoleh 84 data observasi darimasa penelitian tahun 2020-2023. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekunder penelitian yang berupa laporankeuangan tiap perusahaan dari website BEI. Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai analisis statistik dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian adalah struktur permodalan memberikan efek positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan karena utang mempercepat ekspansi, meningkatkan pendapatan dan laba sehingga meningkatkan kualitas kinerja keuangan. Cash holding memberikan efek positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan karena mampu membuat perusahaan menjadi lebih produktif dalam berinvestasi untuk mencapai keuntungan yang lebih besar. Hasil ini menunjukkan kedua hipotesis yang diajukan oleh peneliti dapat diterima.