Penelitian ini didasari untuk menambah Vokasional memproduksi opak jengkol pada siswa tunarungu dengan memakai direct instruction learning model. kurang pahamnya siswa dalam memproduksi opak jengkol membuat peneliti tertarik dengan metode penelitian quasi experimen, dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil one grup yang terdiri dari 5 orang siswa tunarungu. Terdiri dari dua siklus yaitu pretest dan posttest. Penelitian ini dilakukan 2 kali dalam seminggu, alasan diangkatnya pembuatan kerupuk jengkol dalam penelitian ini yaitu, mudah mendapatkan jengkol, banyak nya manfaat jengkol bagi kesehatan, mempunyai nilai jual yang tinggi, proses pembuatannya yang tergolong mudah.