Tanin merupakan senyawa fenolik yang banyak ditemukan pada banyak spesies tumbuhan.Tanin bersifat rekalsitran dan toksik bagi sebagian besar mikroorganisme, degradasi tanin dengan enzim tanase oleh fungi telah banyak dilaporkan, namun laporan yang berkaitan dengan kemampuan bakteri untuk mendegradasi tanin masih sedikit. Dalam aplikasinya, enzim tanase banyak digunakan sebagai biokatalisator dalam industri farmasi, makanan dan bioremidiasi lingkungan. Sebagian besar biomassa di dasar hutan Lawu Utara berupa tumpukan daun pinus dengan kandungan tanin cukup tinggi, sehingga memiliki potensi yang cukup besar melimpahnya populasi bakteri penghasil enzim tanase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah di hutan Lawu Utara terdapat bakteri penghasil tanase aktivitas tinggi dan berapa besar tingkat aktivitas tanase serta bagaimana hubungan filogenetiknya. Uji kualitatif dilakukan dengan mengukur indek degradasi asam tanat pada media Nutrien Agar (NA). Uji kuantitatif digunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 310 nm. Identifikasi takson bakteri berdasarkan sekuen gen penyandi 16S rRNA. Terdapat 6 isolat memiliki tanase aktivitas tinggi. Aktivitas tertinggi 44,72 U/ml terdapat pada isolat B03 teridentifikasi sebagai bakteri yang memiliki similaritas sebesar 98% dengan genus Pseudomonas