Stroke iskemik merupakan penyakit yang kompleks yang merupakan salat:l satu penyebab kecacatan utama di dunia. Hal ini terjadi karena terbatasnya pilihan terapi yang dapat di gunakan. Terapi trombolisis menawarkan harapan baru dan memperbaharui penatalaksa naan stroke iskemik akut dalam merevaskularisasi sel-sel saraf yang mengalami iskemia untuk mencegah kerusakan lebih luas. Hal ini dilakukan dengan merekanalisasi arteri yang tersumbat melalui penghancuran trombus untuk menyelamatkan jaringan otak yang me ngalami iskemia (penumbra). Walaupun perdarahan intrakranial merupakan risiko utaman ya, manfaat terapi trombolisis untuk memulihkan keadaan fungsional penderita dalam 90 hari setelah onset stroke masih lebih besar. Selain trombolisis intravena dengan rt-PA (IV rt-PA) yang telah direkomendasikan oleh American Heart Association, beberapa studi ter kini mengemukakan berbagai terapi endovaskular yang dapat meningkatkan perbaikan klinis pada beberapa penderita, baik tunggal maupun dikombinasi c;lengan IV rt-PA. Metoda revaskularisasi berkembang pesat. Berbagai kombinasi obat-obatan, teknologi, metoda dan alat-alat mekanik dapat mencapai tingkat rekanalisasi yang lebih tinggi, namun ke mampulaksanaan, keamanan dan efektivitasnya masih dipelajari lebih lanjut.