Tujuan dari penelitian yang dimaksud adalah melihat bagaimana bergerak dalam tarian Jepin Bujur Serong pada Masyarakat Melayu Pontianak dan untuk memahami etnomatemik yang terkandung dalam Tarian Jepin Bujur Serong. Metode digunakan secara kualitatif dalam metode penelitian studi kasus. Subyek pada penelitian ini adalah penari kawakan, pelatih tari dan pemilik sanggar tari dan fokus pada masyarakat Melayu Pontianak yang memiliki tradisi Tari Jepin Bujur Serong yang menarik. Pada umumnya tari Jepin Bujur Serong dibawakan oleh empat orang penari, ada beberapa gerak yang beragam seperti langkah gantung, langkah berhenti dan langkah miring, serta memiliki beberapa pola ikat. Hasil analisis data Tari Bujur Serong Diyakini telah ditemukan pada tahun 1932 di Tanjung Bunge dan kemudian menyebar ke daerah sekitarnya. Nilai-nilai kebersamaanya serta pengelompokan atribut tari, alat musik yang digunakan, pola lantai, pola kunci 1-7. Karena tari Jepin Bujur Serong merupakan tari kelompok maka penempatan penarinya tidak menjadi masalah, hanya saja semua penari harus saling merespon agar menjadi satu kesatuan