Diar Herawati
Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Pharmacy

KARAKTERISASI POLIMER L-3,4-dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) PADA SISTEM PENGHANTARAN OBAT SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL Wafa Khairunnisa; Diar Herawati; Andrieanto Nurrochman
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8923

Abstract

Abstract. Vitamin B1 is one type of active substance needed by the body but has low Bioaccessibility when used orally. So, to prevent damage to the active vitamin B1 due to gastric acid degradation, vitamin B1 must be made in other dosage forms such as through the transdermal route. The route of administration through transdermal is a preparation that is applied through the skin. One of the dosage forms with a transdermal route is a patch. The main components of transdermal patches, in addition to drugs, are polymers or adhesives. Polymers have an important role in the patch in controlling drug release. L-DOPA or L-3,4-dihydroxyphenylalanine is one type of polymer that can be obtained from shellfish. On shells, byssus threads help stick to the surface and have good adhesion properties. Byssus can be obtained from some sea mussel foot proteins. This test aimed to determine the effect of L-DOPA compounds as a component of transdermal patch adhesives resulting as a good characteristics in the preparations made. Patch preparations made using dissolving methods from studies showed that equivalent amounts of hydrophilic and hydrophobic polymer can increase drug penetration in passing through the membrane. In addition, the test results showed that L-DOPA polymers meet pharmaceutical requirements and have good characteristics as evidenced through organoleptic, pH, thickness uniformity, weight uniformity, folding resistance, moist absorption, and swelling. Abstrak. Vitamin B1 adalah salah satu jenis substansi penting yang dibutuhkan tubuh namun memiliki bioavaibilitas yang rendah apabila digunakan secara oral. Sehingga untuk mencegah terjadinya kerusakan zat aktif vitamin B1 akibat degradasi asam lambung vitamin B1 perlu dibuat dalam bentuk sediaan lain seperti rute transdermal. Rute transdermal merupakan sediaan yang diaplikasikan melalui kulit. Salah satu bentuk sediaan dengan rute transdermal adalah patch. Komponen utama patch transdermal selain obat adapula polimer atau perekat. Polimer memiliki peran penting pada patch dalam mengontrol pelepasan obat. L-DOPA atau L-3,4-dihydroxyphenylalanine merupakan salah satu jenis polimer yang dapat diperoleh dari kerang. Pada kerang terdapat benang byssus yang membantu untuk menempel pada permukaan dan memiliki sifat adhesi yang baik. Byssus dapat diperoleh dari beberapa protein kaki kerang laut. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senyawa L-DOPA sebagai komponen perekat patch transdermal menghasilkan karakteristik yang baik pada sediaan yang dibuat. Sediaan patch dibuat dengan menggunakan metode pelarutan dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah penggunaan polimer hidrofilik dan hidrofobik yang setara dapat meningkatkan penetrasi obat dalam melewati membran. Selain itu, hasil pengujian karakteristik sediaan patch menunjukkan bahwa polimer L-DOPA memenuhi persyaratan farmasetik dan memiliki karakteristik yang baik dibuktikan melalui uji organoleptik, pH, keseragaman ketebalan, keseragaman bobot, ketahanan lipat, daya serap lembab dan pengembangan.
Analisis Pengetahuan dan Persepsi Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker UNISBA terhadap Fentanil Transdermal dan SNARS Said Muhammad Resfinda Putra; Diar Herawati; Suwendar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9145

Abstract

The National Hospital Accreditation Standards (SNARS) consist of 16 chapters, one of which is Patient Care Services (PAP) that focuses on providing services for all patients. Fentanyl is a synthetic opioid used as a general analgesic in pain management, pain control for patients during and after surgery, patients with severe injuries, and those with chronic pain or cancer. Fentanyl transdermal is one of the opioids used for pain management and treatment. The drug delivery process through the transdermal route is done through a discrete and independent dosage form. When applied to the skin, the drug enters the skin at a controlled rate and goes into systemic circulation. This research aimed to analyze the level of knowledge and perception of students in the Professional Pharmacist Education Program (PSPPA) at the University of Islam Bandung about fentanyl transdermal and SNARS. This cross-sectional study involved 40 students from the professional pharmacist education program at UNISBA. The results of the study showed that 77.50% of the respondents (n = 31) had a sufficient level of knowledge, while 82.50% (n = 33) had a sufficient level of perception. Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) terdiri dari 16 bab salah satunya adalah Pelayanan Asuhan Pasien (PAP) yang berfokus pada pemberian pelayanan untuk semua pasien. Fentanil adalah opioid sintesis yang dipergunakan sebagai analgesik umum yang dipakai dalam pengobatan rasa sakit, pengendalian rasa sakit pada pasien yang sedang operasi dan pascaoperasi, pasien yang mengalami cedera berat, serta gangguan nyeri kronis atau kanker. Fentanil transdermal merupakan salah satu dari opioid yang digunakan untuk pengelolaan dan pengobatan rasa nyeri. Proses pengiriman obat pada rute transdermal adalah melalui bentuk sediaan diskrit mandiri yang ketika diaplikasikan pada kulit, obat akan masuk ke dalam kulit dengan laju yang terkontrol ke sirkulasi sistemik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) di Univesitas Islam Bandung tentang fentanil transdermal dan SNARS. Penelitian cross-sectional ini dilakukan dengan melibatkan mahasiswa program studi profesi apoteker di UNISBA dengan jumlah 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebesar 77.50% responden (n = 31) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, sedangkan hasil tingkat persepsi menunjukan bahwa sebesar 82.50% (n = 33) memiliki tingkat persepsi yang cukup juga.­