Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Media Teknik Sipil

ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN PROGRAM KENPAVE TERHADAP TEBAL PERKERASAN YANG DIDESIGN MENGGUNAKAN METODE ANALISA KOMPONEN, AUSTROAD DAN ASPHALT INSTITUTE Rahmawati, Anita; Setiawan, Dian; Pangestu, Mohammad Aby Yansun; Aulia, Robith Azkal
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.418 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6428

Abstract

In order to improve and develop road quality, it is necessary to evaluate pavement thickness using the Analisa Komponen Method, the Austroads Method and the Asphalt Institute Method, then analyze pavement damage using Kenpave Program to know strain value that happened on road due to traffic load. Based on calculations that have been done, the results of pavement thickness of Analisa Komponen Method, that are the surface layer of 7,5 cm (Laston MS 340), the base layer of 10 cm (Laston Atas MS 340) and the subbase layer of 15 cm (Sirtu Class B). Austroads Method, that are the surface layer of 7,5 cm (Laston MS 340), the base layer of 13 cm (Laston Atas MS 340) and the subbase layer of 50 cm (Sirtu Class B). While for Asphalt Institute Method, that are the surface layer of 5 cm (Laston MS 340), the base layer of 10 cm (Laston Up MS 340) and the subbase layer of 15 cm (Sirtu Class B). Based on the analysis of the damage that has been done, only the Austroads Method is able to reach the life service, while the Analisa Komponen and the Asphalt Institute will experience damage before the life service.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN POLYPROPILENE (PP) DAN HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) PADA CAMPURAN LASTON_WC Anita Rahmawati
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4414

Abstract

Aspal dapat dimodifikasi dengan menambahkan berbagai jenis aditif. Salah satu aditif yang biasa digunakan adalah berupa polimer seperti Polypropilene (PP) dan High Density Polyethylene (HDPE). Penambahan polimer biasanya meningkatkan kekakuan aspal dan meningkatkan kerentanan suhu. Peningkatan kekakuan aspal akan meningkatkan ketahanan campuran terhadap rutting dari suhu dan cuaca yang  panas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatkan limbah plastik PP dan HDPE sebagai campuran pada  beton aspal (Laston_WC) dengan menggunakan parameter Marshall. Parameter Marshall yang digunakan yaitu stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA dan MQ. Prosentase PP dan HDPE yang digunakan sebagai campuran aspal sebesar 0%, 2%, 4% dan 6% dari berat aspal yang digunakan. Hasil uji Marshall menunjukkan bahwa nilai stabilitas, flow, VFA dan MQ memiliki kecenderungan mengalami peningkatan dengan bertambahnya  prosentase kadar PP dan HDPE yang digunakan. Tetapi, nilai VIM dan VMA memiliki kecenderungan menurun dengan bertambahnya prosentase PP dan HDPE. Hal ini dapat dilihat bahwa pengaruh penambahan PP pada campuran aspal beton akan memberikan nilai karakterisk Marshall yang lebih baik dari campuran aspal beton dengan HDPE.
EVALUASI TEBAL DAN ANALISIS KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE ANALISA KOMPONEN, AUSTROADS, ASPHALTINSTITUTE DAN PROGRAM KENPAVE Anita Rahmawati; Dian Setiawan; Mohammad Aby Yansun Pangestu; Robith Azkal Aulia
Media Teknik Sipil Vol. 16 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6428

Abstract

Dalam rangka peningkatan dan pengembangan kualitas jalan, maka diperlukan evaluasi tebal perkerasan jalan menggunakan Metode Analisa Komponen 1987, Metode Austroads 2004 dan Metode Asphalt Institute 1999, serta menganalisis kerusakan perkerasan jalan lentur berupa kerusakan fatigue c racking dan rutting menggunakan Program Kenpave guna mengetahui nilai tegangan - regangan yang terjadi pada perkerasan akibat beban lalu - lintas. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh hasil tebal perkerasan berdasarkan Metode Analisa Kompone n, yaitu lapis permukaan sebesar 7,5 cm (Laston MS 340), lapis pondasi atas sebesar 10 cm (Laston Atas MS 340) dan lapis pondasi bawah sebesar 15 cm (Sirtu Kelas B). Sedangkan berdasarkan Metode Austroads, diperoleh lapis permukaan sebesar 7,5 cm (Laston M S 340), lapis pondasi atas sebesar 13 cm (Laston Atas MS 340), dan lapis pondasi bawah sebesar 50 cm (Sirtu Kelas B). Selanjutnya dengan menggunakan Metode Asphalt Institute diperoleh lapis permukaan sebesar 5 cm (Laston MS340), lapis pondasi atas sebesar 10 cm (Laston Atas MS 340), dan lapis pondasi bawah sebesar 15 cm (Sirtu Kelas B). Kemudian, berdasarkan hasil analisis kerusakan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tebal perkerasan Metode Austroads mampu mencapai umur rencana, sedangkan tebal perkeras an Metode Analisa Komponen dan Metode Asphalt Institute akan mengalami kerusakan sebelum umur rencana.