Nugroho, Garin
Extension Course Filsafat ( ECF )

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Extension Course Filsafat ( ECF )

Peran Seniman dan Penonton Nugroho, Garin
Extension Course Filsafat ( ECF ) No 1 (2014): ECF Filsafat Seni
Publisher : Extension Course Filsafat ( ECF )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada millenium ketiga ini, seni mengalami situasi paradoksal : di satu sisi konon ia ‘telah berakhir’ (‘The end of art’ kata Arthur Danto dll), di sisi lain seni melebur ke dalam kehidupan sehari-hari, menjadi apa pun juga. Di satu sisi, dalam konstelasi teknokultur hari ini seni selalu dianggap sekedar hal sekunder –seperti tampak dalam kurikulum pendidikan umum-, di sisi lain pada strata masyarakat papan atas seni justru diapresiasi sebagai simbol kemewahan dan keberadaban. Situasi ini menarik, memaksa kita meninjau kembali keterkaitan antara seni dan kehidupan.  Barangkali sebenarnya yang berakhir hanyalah pemisahan ketat antara  ‘seni tinggi’ dan ‘seni populer’ yang semakin lama semakin dirasa artifisial dan tendensius, yang juga tidak sesuai dengan kenyataan perkembangan ‘seni tinggi’ itu sendiri. Barangkali juga yang sebenarnya menghilang hanyalah pretensi ‘eksklusif’ dari dunia seni itu, sebab dalam kenyataannya kini seni justru dianggap sebagai paradigma utama yang lebih tepat untuk memahami berbagai fenomena kreatif pokok dalam dunia manusia, sejak fenomena kreatif dalam sains, teknologi, industri, ekonomi, hingga politik, gaya hidup dan agama. Dunia manusia tetaplah dunia yang diciptakan dan‘dibuat-buat’nya sendiri alias dunia yang di’seni’kannya. Barangkali akhirnya seni memang bukan hanya soal ‘keindahan’, melainkan lebih perkara ‘kebenaran’, kebenaran tentang bagaimana hidup ini ditafsirkan dan dimaknai secara khas oleh manusia. Extension Course Filsafat kali ini hendak merenungi dan mengkaji lebih jauh posisi seni yang paradoksal itu, untuk memperjelas seberapa penting sesungguhnya seni itu dalam kehidupan kita kini.
KARAKTERISTIK HUMOR INDONESIA Nugroho, Garin
Extension Course Filsafat ( ECF ) No 2 (2014): ECF Filsafat Humor
Publisher : Extension Course Filsafat ( ECF )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humor merupakan bagian dari budaya hidup manusia. Sebuah humor akan lekat hadir dalam kehidupan bangsa yang memiliki banyak masalah di dalamnya. Jenis humor yang seperti ini sering kali mendapat julukan “humor gelap“. Masyarakat yang penuh dengan kontradiksi dan masalah tersebutlah yang melahirkan humor tersebut. Dan humor tersebutyang berkembang semarak dan melahirkan sensitivitas terhadap berbagai gejala yang dihadapi bangsa. Humor-humor tersebutlah yang melahirkan suatu kultur yang menarik yaitu yaitu kultur humor dimana komedian dan masyarakat playful tumbuh.Sebuah hal yang unik ketika kembali melihat bahwa humor hadir dalam wilayah budaya tertentu, sehingga juga mempengaruhi gaya atau cerita humor disetiap budaya yang diusung oleh para komedian ataupun masyarakat. Humor yang tumbuh dalam budaya tersebut muncul karena adanya paradoks kebudayaan itu sendiri, yaitu mengenai hal yang kuno dengan yang baru. Hal yang kuno dan yang baru inilah yang kerap kali menjadi bagian dari sebuah materi untuk melucu.