Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Healthy Journal

PENGARUH AKTIVITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP PROFITABILITAS PADA KOPERASI KONSUMEN WIYATA MANDALA SEJAHTERA PERIODE 2013-2020 Husaeri Priatna; Rosa Fitriana; Octaviana
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 13 No. 1 (2022): AKURAT Edisi Januari-April 2022 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Aktivitas dan Solvabilitas terhadap Profitabilitas pada Koperasi Konsumen Wiyata Mandala Sejahtera periode 2013 – 2020. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, yaitu untuk mengetahui pengaruh dua variabel independen terhadap satu variabel dependen. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan publikasi Koperasi Konsumen Wiyata Mandala Sejahtera serta sampel diambil selama 8 tahun yaitu dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2020 dengan menggunakan laporan Laba Rugi dan Neraca untuk memperoleh data Aktivitas, Solvabilitas, dan Profitabilitas. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Aktivitas dengan menggunakan Total Asset Turn Over (TATO) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas, Solvabilitas dengan menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR) secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Profitabilitas, namun secara simultan Aktivitas dan Solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas. Adapun hasil Koefisien Determinasi sebesar 78,5% dan sisanya sebesar 21,5% merupakan variabel lain yang turut mempengaruhi Profitabilitas tetapi tidak diteliti. Adapun Profitabilitas dalam penelitian ini menggunakan Return on Asset (ROA)
TINJAUAN AKUNTABILITAS KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN BANDUNG Rosa Fitriana; Husaeri Priatna
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 11 No. 1 (2020): AKURAT Edisi Januari - April 2020 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.951 KB)

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai bagaimana akuntabilitas kinerja pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Bandung. Adapun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) adalah lembaga pemerintah non departemen yang melaksanakan tugas penanggulangan bencana di daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dengan berpedoman pada kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD). BPBD dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008, menggantikan Satuan Koordinasi Pelaksana Penanganan Bencana (Satkorlak) di tingkat Provinsi dan Satuan Pelaksana Penanganan Bencana (Satlak PB) di tingkat Kabupaten/Kota, yang keduanya dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2005. Rangkaian bencana yang dialami Kabupaten Bandung, telah mengembangkan kesadaran mengenai kerawanan dan kerentanan masyarakat. Sikap reaktif dan pola penanggulangan bencana yang dilakukan dirasakan masih belum memadai. Dibutuhkan pengembangan sikap baru yang lebih proaktif, menyeluruh dan mendasar dalam menyikapi bencana. Penanggulangan bencana sebagai sebuah upaya menyeluruh dan proaktif dimulai dari pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi dan rekonstruksi. Selain itu penanggulangan bencana juga perlu memberikan informasi mengenai akuntabilitas kinerjanya kepada masyarakat sebagai upaya yang dilakukan bersama oleh para pemangku kepentingan dengan peran dan fungsi yang saling melengkapi, sehingga penanggulangan bencana yang dilakukan dapat menjadi bagian dari proses pembangunan yang mewujudkan ketahanan (resilience) terhadap bencana. Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk dapat memberikan informasi mengenai pertanggungjawaban atas keberhasilan dan kegagalan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. Akuntabilitas kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan dengan kegiatan sesuai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Sistem pertanggungjawaban yang baik tentu saja dapat memberikan informasi yang relevan dalam memperbaiki kinerja BPBD Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Bandung pada tahun 2014 telah menetapkan 9 sasaran yang akan dicapai. Selanjutnya ke 5 sasaran diaplikasikan menjadi 11 indikator kinerja. Dari 11 indikator kinerja pencapaiannya berhasil 10 dan 1 indikator kinerja tidak berhasil. Hai ini mengindikasikan bahwa kriteria pencapaian indikator dinyatakan berhasil karena pencapaiannya melebihi angka 80% dan pencapaian kinerja dari BPBD dipengaruhi oleh indikator kinerja yang dilakukan oleh BPBD. Akuntabilitas Keuangan di BPBD Kabupaten Bandung juga sudah dilaksanakan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Anggaran dan Realisasi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.
PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA DAN PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA CV THREE MOUNTAIN PANGALENGAN PERIODE 2017-2018 Rosa Fitriana; Muhammad Satar; Yolanda Irdianti
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 12 No. 1 (2021): AKURAT Edisi Januari - April 2021 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian menunjukan hasil thitung Perputaran Modal Kerja (X1) sebesar -6,017 sedangkan ttabel sebesar -2,306, maka nilai thitung< ttabel. Sementara nilai signifikansi thitung variabel Perputaran Modal Kerja (X1) sebesar 0,002, artinya < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut maka Ho ditolak Ha diterima yang berarti Perputaran Modal Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas pada CV Three Mountain Pangalengan. Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan hasil thitung Perputaran Aktiva Tetap (X2) sebesar 3,923 sedangkan ttabel sebesar 2,306, maka nilai thitung> ttabel. Sementara nilai signifikansi thitung variabel Perputaran Aktiva Tetap (X2) sebesar 0,011, artiya < 0,050. Berdasarkan hasil tersebut maka Ho ditolak Ha diterima. Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Aktiva Tetap berpengaruh secara simultan terhadap profitabilitas 19,533 dengan signifikansi 0,004. Dan dapat juga disimpulkan dari hasil uji determinasi ada pengaruh sebesar 88,7% yang dipengaruhi oleh variasi Perputaran Modal Kerja, Perputaran Aktiva Tetap dan sisanyaa sebesar 11,3% oleh variasi variabel lain diluar model.