Widiyanti, Setyo Erna
Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10 Tamalanrea, Makassar, 90245, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agritechno

Adsorption Power of Palm Shell Activated Carbon (Elaeis Guineensis) in the Filtration Process of Water Treatment: Daya Serap Karbon Aktif Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) Pada Proses Filtrasi Pengolahan Air Mawardi, Rifqi; Hermansyah Fahnur; M. Ilham Nurdin; Setyo Erna Widiyanti
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.v17i2.1410

Abstract

The impact of water pollution can lead to ecological imbalances and act as carriers of infectious diseases. Therefore, water purification is necessary before it is used to improve water quality. One method for water purification is using activated carbon from palm oil shells (Elaeis guineensis). This study aims to determine the optimal flow rate for reducing Total Suspended Solids (TSS) and Lead (Pb) in the water filtration process. The research includes the processes of carbonization, activation, filtration, and testing. The carbonization method involves burning in a drum at approximately 350°C for about 2 hours. The palm oil shells are activated with 3M H3PO4. The filtration stage uses 30 grams of activated carbon with flow rate variations of 30, 40, 60, 80, and 100 mL/hour. Filtration is conducted for 1 hour with sampling every 10 minutes. The results show that a flow rate of 40 mL/min is optimal for reducing TSS, while a flow rate of 30 mL/min is optimal for reducing Pb.
IMPROVEMENT OF BIODEGRADABLE FOAM (BIOFOAM) CHARACTERISTICS FROM UWI TUBER (Dioscorea Alata) AND RICE STRAW CELLULOSE WITH THE ADDITION OF CHITOSAN: PENINGKATAN KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FOAM (BIOFOAM) DARI UMBI UWI (Deoscorea Alata) DAN SELULOSA JERAMI PADI DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN. Rezky, Nurfatihah Rezky; Hardiansyah; Ir. Zulmanwardi; Setyo Erna Widiyanti
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.v17i2.1411

Abstract

Selama masih ada kehidupan maka manusia tidak bisa terlepas dari penggunaan plastik, khususnya styrofoam. Hal tersebut disebabkan karena manusia yang serba praktis dan memilih styrofoam digunakan sebagai bahan pengemas produk makanan ataupun minuman sekali pakai, baik makanan segar, olahan, maupun siap saji. Penggunaan plastik selalu bertambah tiap tahunnya. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena plastik merupakan limbah yang tidak dapat diuraikan oleh alam. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dilakukan alternatif untuk menghasilkan kemasan yang ramah lingkungan yaitu biodegradable foam (Biofoam) yang terbuat dari bahan alami seperti pati yang dapat terurai secara alami oleh mikroba di dalam tanah. Tujuan penelitian ini 1) Menguji pengaruh penambahan polyvinil alkohol (PVOH) dan kitosan pada pembuatan biodegradable foam; 2) Menganalisis daya serap air, kuat tarik, masa urai (biodegradasi), uji FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan SEM (Scanning Electron Microscopy) pada biodegradable foam. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan biofoam yang terbuat dari pati umbi uwi dan selulosa Jerami padi dan bahan pendukung lainnya dengan memperhatikan variasi rasio bahan. Pembuatan biofoam menggunakan metode thermopressing, sedangkan kualitas dari biofoam dianalisis melaui beberapa pengujian seperti uji daya serap air, uji kuat tarik, uji FTIR, uji SEM, dan uji biodegradabilitas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa  1) Pengaruh penambahan PVOH dan kitosan pada pembuatan Biodegradable Foam (Biofoam) memperbaiki tekstur permukaan menjadi lebih halus, dapat dilihat pada analisis SEM (Scanning Electron Microscopy), dan dapat  meningkatkan kuat tarik yaitu sebesar 3,16 N/mm2 pada rasio 35%:25% serta menurunkan daya serap air sebesar 16,815% pada rasio 25%:25%; 2) Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh daya serap air dikisaran 16,8% - 144,9%, kuat tarik dikisaran 0,24 N/mm2 -3,16 N/mm2, dan terurai pada hari ke -14 dengan %weight loss 87, 3084%. Selain itu, melalui uji FTIR diketahui bahwa gugus fungsi yang mendominasi biofoam adalah Alkana, Alkohol, Eter, Asam Karboksilat, Ester, Amina, dan Amida. Gugus-gugus tersebut merupakan gugus gabungan dari perpaduan bahan yang digunakan dalam pembuatan biofoam.