Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan teknologi, khususnya alat bantu headset, dalam konteks komunikasi remaja selama masa pandemi COVID-19. Paradigma konstruktivisme digunakan untuk memahami fenomena sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari remaja. Melalui metode analisis kualitatif, penelitian ini menyoroti peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mendukung pembelajaran jarak jauh dan mengatasi hambatan komunikasi selama pandemi. Hasil wawancara dengan remaja menunjukkan bahwa penggunaan headset memberikan manfaat praktis, seperti mempermudah interaksi sosial dan meningkatkan konsentrasi belajar. Namun, juga ditemukan dampak negatif, seperti risiko kesehatan dan perubahan pola perilaku. Kesimpulannya, penggunaan bijak headset perlu disosialisasikan, dengan penerapan batasan waktu oleh orang tua, sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak jangka panjangnya.