Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study

Membangun Ketahanan Keluarga dengan Komunikasi Interpersonal Thariq, Muhammad
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1204

Abstract

Penelitian bermaksud mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal dapat membangun ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan yang semakin berat. Penulis menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan menggunakan tiga teknik, yakni observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menemukan, komunikasi interpersonal berperan penting membentuk ketahanan keluarga dan menguatkan fungsi keluarga menghadapi tantangan semakin berat. Komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak melalui pemberian  pernyataan-pernyataan seperti  “kenalilah keluargamu dan ingat siapa dirimu”, “kita hidup tidak sendiri” dan “ingat tetangga, ingat keluarga” dapat membentuk konsep diri/karakter  anak dan keluarga di tengah masyarakat seperti yang dilakukan para orangtua kepada anak/keluarga di Lingkungan 1 Pasar 6 Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Medan Selayang. Terdapat relasi dan tindakan keluarga yang positif atas dasar percakapan, konformitas, ketergantungan serta distribusi kekuasaan yang berasal dari orangtua dan anak sehingga terbangun relasi hangat dan suportif dicirikan dengan saling menghormati, memperhatikan satu sama lain. Komunikasi interpersonal dapat berfungsi membangun relasi antar-keluarga dan relasi sosial dalam bentuk arisan berusia 20 tahun. Komunikasi keluarga di Lingkungan ini (keluarga lama) menjunjung tinggi rahasia keluarga dan pembatasan pada hal yang tabu. Pesan itu disampaikan orangtua kepada anak-anak terutama antar-keluarganya, sehingga keluarga dapat memelihara topik yang tidak lazim disampaikan dalam arisan keluarga. Sikap itu sebagai pengikatan, evaluasi, pemeliharaan, privasi, pertahanan serta komunikasi antar -keluarga.
Profesionalisme Jurnalis Lokal dalam Peliputan Pemilukada Sumatera Utara Thariq, Muhammad
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i2.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat profesionalisme jurnalis lokal dalam peliputan Pemilukada Sumatera Utara tahun 2018. Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif menggunakan cara observasi dan  wawacara mendalam dengan dua orang jurnalis media cetak meanstream, seorang jurnalis media online dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan profesionalisme jurnalis lokal belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan secara signifikan sehingga dimaknai relatif masih sama dengan Pemilukada tahun 2013 dan tahun 2015, bahkan momentum Pemilukada serentak belum dimanfaatkan oleh jurnalis lokal untuk meningkatkan profesionalismenya sesuai harapan publik dan Dewan Pers kepada jurnalis agar menjadikan Pemilukada sebagai momentum untuk memberikan pendidikan politik dan meningkatkan kualitas demokrasi  masyarakat sehingga jurnalis berperan menyukseskan Pemilukada yang berkualitas pula. Selain itu pada Pemilukada tahun 2018, masih saja ada jurnalis sulit meninggalkan keberpihakan kepada kelompok pendukung dan kandidat tertentu atas dasar kesamaan ideologi. Namun demikian PWI  menilai tidak ada pelanggaran jurnalistik, walaupun publik meyakini adanya keberpihakan media dalam pemberitaannya.
Pemahaman Jurnalis Lokal Dalam Peliputan Pemilu 2019 Di Sumatera Utara Thariq, Muhammad; Priadi, Ribut
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.447 KB) | DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2721

Abstract

This study aims to look at the level of understanding of local journalists in the coverage of the 2019 Elections in North Sumatra. The method used is a qualitative-descriptive approach using observation and in-depth interviews with mainstream print media journalists, online media journalists and professional organizations. The results of the study show that local journalists' understanding of their profession has not shown significant encouraging developments so that the coverage of the 2019 Elections is relatively similar to the 2014 elections. For this reason, the journalists have not utilized the election momentum to increase their understanding of the profession in accordance with public expectations and the Press Council to journalists so that making Elections a means of political education, improving the quality of democratic society and contributing to the success of quality elections. There are still journalists who find it difficult to leave alignments with certain groups of supporters and candidates on the basis of ideological similarities.
Pemahaman Jurnalis Lokal Dalam Peliputan Pemilu 2019 Di Sumatera Utara Muhammad Thariq; Ribut Priadi
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2721

Abstract

This study aims to look at the level of understanding of local journalists in the coverage of the 2019 Elections in North Sumatra. The method used is a qualitative-descriptive approach using observation and in-depth interviews with mainstream print media journalists, online media journalists and professional organizations. The results of the study show that local journalists' understanding of their profession has not shown significant encouraging developments so that the coverage of the 2019 Elections is relatively similar to the 2014 elections. For this reason, the journalists have not utilized the election momentum to increase their understanding of the profession in accordance with public expectations and the Press Council to journalists so that making Elections a means of political education, improving the quality of democratic society and contributing to the success of quality elections. There are still journalists who find it difficult to leave alignments with certain groups of supporters and candidates on the basis of ideological similarities.
Membangun Ketahanan Keluarga dengan Komunikasi Interpersonal Muhammad Thariq
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1204

Abstract

Penelitian bermaksud mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal dapat membangun ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan yang semakin berat. Penulis menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan menggunakan tiga teknik, yakni observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menemukan, komunikasi interpersonal berperan penting membentuk ketahanan keluarga dan menguatkan fungsi keluarga menghadapi tantangan semakin berat. Komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak melalui pemberian  pernyataan-pernyataan seperti  “kenalilah keluargamu dan ingat siapa dirimu”, “kita hidup tidak sendiri” dan “ingat tetangga, ingat keluarga” dapat membentuk konsep diri/karakter  anak dan keluarga di tengah masyarakat seperti yang dilakukan para orangtua kepada anak/keluarga di Lingkungan 1 Pasar 6 Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Medan Selayang. Terdapat relasi dan tindakan keluarga yang positif atas dasar percakapan, konformitas, ketergantungan serta distribusi kekuasaan yang berasal dari orangtua dan anak sehingga terbangun relasi hangat dan suportif dicirikan dengan saling menghormati, memperhatikan satu sama lain. Komunikasi interpersonal dapat berfungsi membangun relasi antar-keluarga dan relasi sosial dalam bentuk arisan berusia 20 tahun. Komunikasi keluarga di Lingkungan ini (keluarga lama) menjunjung tinggi rahasia keluarga dan pembatasan pada hal yang tabu. Pesan itu disampaikan orangtua kepada anak-anak terutama antar-keluarganya, sehingga keluarga dapat memelihara topik yang tidak lazim disampaikan dalam arisan keluarga. Sikap itu sebagai pengikatan, evaluasi, pemeliharaan, privasi, pertahanan serta komunikasi antar -keluarga.
Profesionalisme Jurnalis Lokal dalam Peliputan Pemilukada Sumatera Utara Muhammad Thariq
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i2.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat profesionalisme jurnalis lokal dalam peliputan Pemilukada Sumatera Utara tahun 2018. Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif menggunakan cara observasi dan  wawacara mendalam dengan dua orang jurnalis media cetak meanstream, seorang jurnalis media online dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan profesionalisme jurnalis lokal belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan secara signifikan sehingga dimaknai relatif masih sama dengan Pemilukada tahun 2013 dan tahun 2015, bahkan momentum Pemilukada serentak belum dimanfaatkan oleh jurnalis lokal untuk meningkatkan profesionalismenya sesuai harapan publik dan Dewan Pers kepada jurnalis agar menjadikan Pemilukada sebagai momentum untuk memberikan pendidikan politik dan meningkatkan kualitas demokrasi  masyarakat sehingga jurnalis berperan menyukseskan Pemilukada yang berkualitas pula. Selain itu pada Pemilukada tahun 2018, masih saja ada jurnalis sulit meninggalkan keberpihakan kepada kelompok pendukung dan kandidat tertentu atas dasar kesamaan ideologi. Namun demikian PWI  menilai tidak ada pelanggaran jurnalistik, walaupun publik meyakini adanya keberpihakan media dalam pemberitaannya.