Pemaknaan iman kepada al-qadha dan al-qadar serta implementasi dalam kehidupan masih terkesan mempertentangkan kehendak Allah dan kehendak manusia, sehingga sering terjadi “Salah kaprah” dalam mengamalkan rukun iman yang satu ini. Pada intinya, al-qadha dan al-qadar memiliki makna yang sejalan, yaitu ketetapan atau keputusan Allah SWT. atas makhluknya yang harus kita terima dan pengukuhan ilmu-Nya mengetahui tentang apa yang terjadi berupa perbuatan para hamba-Nya. Pencatatan takdir itu ditetapkan Allah sesuai dengan ketentuan-ketentuan-Nya jauh sebelum langit dan bumi diciptakan (Lauhul Mahfudz), dan karena apa yang telah diketahui-Nya itu pasti terjadi. Rasulullah SAW. telah mengisyaratkan kepada kita untuk tidak pasrah begitu saja terhadap takdir, karena manusia sendiri mempunyai peran penting dan dipermudah dalam setiap amalan mereka.