Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Dharma Pendidikan

Improving The Student’s Listening Skill By Notagy (Note Taking Strategy ) For The Twelfth Graders At SMK PGRI 2 Nganjuk Henny Roesellaningtias
Dharma Pendidikan Vol 14 No 2 (2019): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v14i2 Oktober.8

Abstract

Listening is one of the most difficult tasks of language. Listening is an active process of selecting and interpreting information from auditory and visual clues. Listeners remember the beginning of the sentence while proceeding to the end. It is difficult for the students to memorize well when they do listening task activity. The research thinks that the students need something to help them to memorize what they have been listened two seconds is not enough for them to remember what they have listened to answer some questions prepare for them. Note taking strategy helps students to write notes as they follow some spoken text. It will help them comprehend the message of the text. These notes can be in skeleton form or free form.(Vandergrift,L 1997). The researcher tries to conduct improving the student’s listening skill by Notagy ( note taking strategy) in doing the listening activities of the twelfth grade at SMK PGRI 2 Nganjuk. This research uses classroom action research that covered planning, action, observation and reflection stage in cycle. The object of the research is XII accounting 1 which has 31 students. In Planning Stage, the teacher explained the students’ problem, especially in listening during teaching-learning process. The  researcher was helped by colaborator who collected  the note  from  teaching-learning  process,  the  detail  lesson  plan  for  teaching listening was made to gain a better result. The data collection technique will be conducted by documentation, test, observation, and unstructured interview. The procedure of the research are: (1) identification of problem. (2) preparation,(3) arranging the action plan, (4) implementing of action,(5) observing and (6) making report. The researcher conducted in two cycles that are The researcher conducted in two cycles that are: planning, acting , observing and reflecting by twice meeting. Based on the analysis and discussing the researcher concluded that Notagy (Note taking strategy) can improve the students listening skill. It happened because the researcher tried to conduct: (1)Implementing the Notagy strategy in teaching listening, and (2), giving motivation to listen more even though by their mobile phone as alternative media to implement notagy by themselves.
Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension Henny Roesellaningtias; Rina Puji Utami
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.41

Abstract

Listening comprehension merupakan salah satu bagian ketrampilan penguasaan Bahasa Inggris yang harus dipertimbangkan keberadaanya terutama bagi pembelajaran penguasaan Bahasa Inggris pada prodi pendidikan Bahasa Inggris. Listening comprehension mempunyai peranan yang penting untuk penguasaan Bahasa Inggris. Pada pembelajaran mata kuliah listening comprehension 1 terdapat temuan permasalahan yang dihadapi mahasiswa yang berasal dari beberapa sekolah lanjutan yang berbeda. Diantara permasalahan tersebut adalah banyak dari mahasiswa yang mempunyai kosa kata yang masih lemah, kurangnya kemampuan untuk memahami cara pengucapan dan aksen kosa kata, serta sulit mengidentifikasi informasi atau pesan utama dan beberapa informasi yang berkaitan dengan topik materi yang mereka dengarkan. Hal tersebut menyebabkan prestasi tes listening comprehension masih rendah. Judul Penelitian ini adalah Implementasi Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Information Transfer Technique pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi listening comprehension. Peneliti memilih tehnik ini karena dalam kegiatan pembelajaran ini adanya bentuk transfer informasi yang mereka dengarkan ke dalam bentuk informasi yang berbeda dan sederhana dalam bentuk tulisan dengan melengkapi beberapa informasi yang tertera dalam tabel. Kegiatan meliputi tiga langkah antara lain pre-listening, whilts-listening dan post-listening Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. PTK tersebut dilaksanakan dalam 3 siklus untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan dengan diberikan perlakuan.Setiap Siklus diadakan refleksi dari hasil observasi implementasi perlakuan tersebut untuk mengetahui kemajuan dan permasalahan yang masih timbul. Selanjutnya perbaikan dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam siklus sebelumnya sehingga target keberhasilan dapat tercapai. Kriteria untuk menentukan bahwa penelitian dianggap berhasil, ketika 80% dari jumlah mahasiswa bisa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 70 dan nilai rata-rata mahasiswa minmal 80. Pengumpulkan data dilakukan dengan langkah-langkah PTK sebagai berikut : preliminary study, perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi.Subjek penelitian adalah mahasiswa program pendidikan bahasa Inggris (angkatan 2015) STKIP PGRI Nganjuk yang terdiri dari 21 mahasiswa dengan mata kuliah listening comprehension III .Pada langkah pre-listening mengimplementasikan Information Transfer Technique dengan memberi penjelasan tujuan dan memberi tugas, menunjukkan model audio dialog atau monolog, brainstorming tentang topik, membentuk kelompok parner diskusi yang terdiri 2 mahasiswa sebelum diskusi kelas, memberi worksheet tabel Information Transfer Technique. Pada whilst-listening, kegiatannya adalah : memutar audio dialog atau monolog sambil mahasiswa mengisi kata-kata atau frase pilihan sesuai petunjuk di tabel, setelah itu berdiskusi dengar parner dan kemudian berdiskusi kelas tentang kata-kata atau frase yang telah diisikan untuk menentukan ide utama topik materi, kemudian memutar audio lagi sambil mengecek kata-kata atau frase dan kemudian berdiskusi untuk menemukan informasi tertentu dan detail serta menyimpulkan, menanyakan ide mahasiswa dan kemudian mengecek dan mendiskusikan jawaban mereka. Post- listening dilaksanakan dengan mereview pada pengucapan, kosa kata, aksen, jenis kata, aturan tata bahasa dan menanyakan feedback mahasiswa serta menyimpulkan setiap pertemuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Information Transfer Technique dapat meningkatkan listening comprehension mahasiswa.Hal tersebut dapat dilihat dengan bertambahnya nilai listening comprehension dari preliminary study dan nilai setelah implementasi Information Transfer Technique pada pengajaran listening comprehension dalam tiga siklus. Pada preliminary menunjukkan nilai rata-rata yang semula 70 dan 48% mahasiswa memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70, di siklus 1 sebanyak 52 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 74, di siklus 2 sebanyak 71 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 77 dan di siklus 3 sebanyak 86% mahasiswa dengan nilai rata-rata 82. Kenyataan ini ini menunjukkan bahwa kriteria keberhasilan tercapai. Selain peningkatan nilai mahasiswa dalam listening comprehnesnion, hasil ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai respon positif dan mereka terlibat dalam pembelajaran listening comprehension melalui Information Transfer Technique. Sebagai saran pada pengampu listening comprehension Bahasa Inggris untuk mengimplentasikan Information Transfer Technique. Teknik ini dapat digunakan pada kegiatan intensive dan ekstensive listening comprehension untuk memahami pesan yang mereka dengarkan. Pengampu listening comprehension seharusnya menyiapkan materi sesuai dengan tingkat dan karakteristik pembelajar karena hal tersebut dapat memotivasi dan menambah prestasi listening comprehension.Information Transfer Technique terbukti efektif dengan kelebihan bahwa berdasarkan transfer informasi sederhana sebagai petunjuk pemahaman topik materi pada ide utama, informasi tertentu dan informasi rinci. Dari hasil penelitian dapat membantu mahasiswa mengatasi permasalahan pada listening comprehension dan meningkatkan prestasi listening comprehension mereka dan memberikan bekal pengetahuan teknik tersebut serta melalui jurnal ilmiah sebagai referensi pengayaan model pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan yang muncul pada pembelajaran listening comprehension dan menjadi kajian pengembangan model pembelajaran penelitian berikutnya.