This Author published in this journals
All Journal Syntax Idea
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Syntax Idea

Sediaan Aromaterapi Inhalasi Sebagi Terapi Alternatif MDR (Multidrug Resistant) Tuberkulosis Fa’iq Hanif Mubarok; Triyo Nova
Syntax Idea 3459-3466
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR TB) merupakan pasien Tuberculosis (TB) yang gagal atau putus dari pengobatan. MDR TB kemungkinan sudah menyebar luas kemasyarakat sehingga mempersulit pengendalian dengan pengobatan saat ini. Minyak atsiri atau essential oil merupakan bahan alam cukup aman dan efektif terbukti dalam menghambat pertumbuhan bakteri resisten terhadap obat TB. Pengembangan antibiotik inhalasi berpotensi meningkatkan kemanjuran antibiotik pengobatan pasien dengan patogen MDR TB. Penelitian dilakukan untuk mengetahui mendapatkan formula aromaterapi yang dapat diterima secara hedonik dan memenuhi persyaratan mutu obat tradisional. Pengujian hedonik 3 produk aromaterapi inhalasi (ASM OT 03 0001, ASM OT 03 0002 dan ASM OT 03 0001) dilakukan uji hedonik meliputi aroma, rasa, dan keseluruhan sebanyak 20 panelis agak terlatih dengan 7 skala hedonik. Milkshake dengan nilai rata tertinggi dari segi aroma, rasa dan keseluruhan adalah ASM OT 03 0001. Hasil analisis dengan One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata pada 3 produk (nilai sig (P)<0.05). Berdasarkan pengujian hedonik ASM OT 03 0001 terpilih sebagai produk yang bisa diterima. ASM OT 03 0001 terpilih sebagai produk yang bisa diterima. Produk ASM OT 03 0001 memiliki komposisi Lavender oil 0.2ml, Thyme oil 0.05ml, Pappermint oil 0.15ml, lemon oil 0.05ml, Eucalyptus oil 0.1ml, Tea Tree oil 0.2ml, Minyak Daun Bidara 0.25ml dan VCO 1ml. Produk aromaterapi inhalasi memiliki spesifikasi sesuai BPOM dan hasil identifikasi Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus negatif pada pengujian produk sehingga memenuhi persyaratan mutu sediaan obat tradisional. Produk yang dihasilkan mempunyai potensi sebagai produk obat tradisional karena memenuhui standar mutu obat tradisional BPOM