Perubahan tarif pelayaran kapal rakyat terjadi tahun 2019 disebabkan kenaikan BBM pada Kabupaten Wakatobi sehingga kondisi tersebut sangat memperngaruhi ATP (Ability to pay) dan WTP (Willigness to pay) pengguna kapal rakyat. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui Tarif ideal pelayaran kapal rakyat rute pulau Kapota – pulau Wangi-wangi. Hasil yang didapatkan bahwa 41 atau 82% dari 50 responden setuju dengan tarif Rp.10000 yang diterapkan oleh operator kapal tetapi penulis juga mengalisis bahwa dengan tarif Rp.8000 operator kapal tetap mendapatkan keuntungan selain itu pengguna kapal rakyat tidak merasa terbebani.