Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Irsyad Al-Nafs

REINTERPRETASI TERHADAP HADIS UNTUK MENGEMBALIKAN HAK POLITIK PEREMPUAN Tasbih; A. Hafid, Saidah
Al-Irsyad Al-Nafs : Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam Vol 10 No 1 (2023): May (AL-IRSYAD AL-NAFS)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-irsyad al-nafs.v10i1.40284

Abstract

The restriction on the role of women in public life is due to a number of images built about negative attitudes towards women. The set of attitudes, roles, responsibilities, functions, rights, and behaviors inherent in women is often based on the understanding of hadith as one of the sources of Islamic law. This study examines how to reinterpret hadith to restore women's political rights. This qualitative study is a literature review. The data is obtained from recent references that highlight injustice against women, especially in the world of Islamic politics. The results of the analysis show that reunderstanding political hadiths with several points of view will restore women's political rights. Misconceptions of hadith have marginalized women from the Islamic political world for hundreds of years. These findings may contribute to the nuances of future hadith studies.
Dari Kekerasan ke Kasih Sayang: Transformasi Pemahaman Hadis Pendidikan Anak dalam Perspektif Kontekstual Tasbih; A. H., Saidah
Al-Irsyad Al-Nafs : Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam Vol 12 No 1 (2025): Juni (AL IRSYAD AL NAFS)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-irsyadal-nafs.v12i1.59692

Abstract

Artikel ini membahas transformasi pemahaman hadis Nabi yang memerintahkan orang tua untuk memerintahkan anak-anak mereka salat pada usia tujuh tahun dan memukul mereka pada usia sepuluh tahun jika mereka lalai. Penafsiran literal hadis ini seringkali mengarah pada pembenaran hukuman fisik dalam pendidikan anak. Melalui pendekatan kontekstual-sosiologis, artikel ini berargumen bahwa perintah "memukul" dalam hadis tersebut harus dipahami dalam kerangka budaya Arab klasik, yang menekankan disiplin ketat dan tidak memiliki sistem pendidikan formal modern. Dalam konteks pendidikan kontemporer, pendekatan kasih sayang (rahmah) dianggap lebih relevan dan selaras dengan prinsip-prinsip perkembangan anak serta nilai-nilai universal Islam sebagai agama rahmat. Melalui pendekatan ini, terjadi transformasi nilai—dari ta'dib otoriter menjadi model pendidikan yang lebih empatik dan humanis. Artikel ini menawarkan reinterpretasi ilmiah dan teologis atas hadis-hadis yang bermasalah, sekaligus mendorong pengembangan sistem pendidikan Islam yang adil, beradab, dan berfokus pada pembentukan karakter anak secara holistik.