Nasution, Nikmal Hasanah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : TROPHICO: Tropical Public Health Journal

Hubungan tingkat religiusitas dan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan selama pandemi COVID-19 Tumanggor, Roxsana Devi; Nasution, Nikmal Hasanah
TROPHICO: Tropical Public Health J. Vol. 2 No. 2 (2022): TROPHICO: Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/trophico.v2i2.8810

Abstract

Mahasiswa menunjukkan beberapa gejala psikologis selama Pandemi COVID-19, seperti rasa takut terinfeksi COVID-19 dan kecemasan.  Riset menunjukkan bahwa religiusitas adalah faktor penting yang harus di integrasikan ke dalam intervensi intervensi keperawatan untuk mengurangi risiko faktor kecemasan maupun dampak psikologis lainnya.  Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat religiusitas dan tingkat kecemasan mahasiswa selama Pandemi.  Berdasarkan teknik proportional stratified random sampling didapatkan 87 orang mahasiswa keperawatan sebagai sampel penelitian.  Instrumen yang diujikan dalam penelitian ini adalah The Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan kuisioner kecemasan terhadap COVID-19 yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas.  Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson untuk analisis hubungan kedua variabel dan menentukan distribusi frekwensi karakteristik sampel yang diteliti.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 90% sampel adalah perempuan, dan tiga diantaranya pernah terinfeksi dengan COVID-19.     Berdasarkan hasil uji statistik untuk mencari hubungan dengan uji Korelasi Pearson menunjukkan hubungan kuat antara religiusitas dan kecemasan terhadap COVID-19. Hasil analisis statistik diperoleh koefisien korelasi -0,404 dengan P 0,00<0,05. Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan, artinya semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah kecemasan terhadap COVID-19.