Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Semiotika Roland Barthes: Representasi Patriarki di serial Gadis Kretek gunarti, destri sari
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 18, No 1 (2024): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/s:jk.v18i1.5253

Abstract

Selain radio, televisi, dan jaringan telekomunikasi, film juga merupakan sarana komunikasi massa. Film bisa menjadi media penyampaian pesan, atau pesan itu sendiri. Banyak sekali simbol-simbol yang bermakna dalam film ini. Salah satu makna yang ingin digali dalam serial Gadis Kretek adalah patriarki. Semiotika secara umum adalah ilmu atau metode analitis dalam mempelajari simbol-simbol. Meskipun bahasa itu sendiri merupakan sistem simbol manusia yang paling dasar, simbol-simbol nonverbal seperti gerak tubuh, bentuk pakaian, dan praktik sosial tradisional lainnya merupakan jenis bahasa yang terdiri dari simbol-simbol bermakna yang dikomunikasikan berdasarkan hubungan. Dengan menggunakan semiotika Roland Barthes, kita akan memahami simbol-simbol tersebut menggunakan denotasi, konotasi, dan makna mitis dalam enam adegan yang menunjukkan perilaku patriarki terhadap Dasiya. 1) Menunjukkan bahwa serial Gadis Kretek mempunyai makna denotatif yang diungkapkan melalui tindakan yang mempunyai makna sebenarnya dalam setiap adegannya. 2) Beberapa makna konotatif mempunyai makna kiasan. Makna yang mendasarinya dijelaskan dalam pembahasan setiap adegan. 3) Makna mitos sendiri adalah hubungan antara tindakan dan perkataan yang diucapkan dalam dashiya yang mempunyai makna yang sama dalam kehidupan sehari-hari yang dilontarkan untuk Dasiyah, memiliki arti yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Film, Serial Gadis Kretek, Semiotik, dan Partriarki
Program Pendampingan dan Pelatihan: Implementasi Ragam Komunikasi pada Sivitas Akademika SMA Kristoforus II Jakarta Surianto, Surianto; Kho, Gerson Ralph Manuel; Gunarti, Destri Sari; Fensi, Fabianus; Limbong, Yosafhat Christian
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 1 (2025): Januari, Special Issue on "Educational design research for human beings learning
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i1.43974

Abstract

Miscommunication arises when communication between individuals is not conducted with optimal effectiveness and efficiency. This phenomenon is notably prevalent within academic environments, such as schools, which constitute a significant portion of an individual's formative yearstypically spanning 12 years. To address this issue, a structured program encompassing mentorship and training rooted in communication studies, both theoretical and practical, was implemented with the aim of mitigating instances of miscommunication. This initiative engaged a total of 124 participants, comprising 118 students and 6 teachers from Kristoforus II Senior High School in Jakarta. The training emphasized the development of public communication skills, alongside their application within the fields of psychological communication and broadcast communication. Participants provided overwhelmingly positive feedback on the training's execution, underscoring the efficacy of practical training methods. The findings reaffirm the recommendation of practical approaches as an optimal methodology for enhancing public communication competencies in educational industries.