Menurut WHO (World Health Organization) memperkirakan 15 dari 20 remaja putri pernah mengalami keputihan dan infeksi setiap tahunnya. Infeksi tersebut disebabkan karena kurangnya kebersihan diri, terutama vulva hygiene saat menstruasi. Menurut survei Departemen Kesehatan Jawa Barat sekitar 316 orang mengalami infeksi pada genetalia eksternal, dan 592 orang mengalami keputihan pada remaja putri. Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akan memungkinkan perempuan tidak bersikap hygiene pada saat menstruasi yang dapat membahayakan kesehatan reproduksinya sendiri. Tujuan dari penelitian ini diketahuinya “Pengaruh Penyuluhan Personal Hygiene terhadap Sikap Personal Hygiene saat Menstruasi pada Remaja Putri”.Jenis Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Praeksperimental yaitu dengan rancangan one group preposttest design. Sampel dalam penelitian ini sebesar 36 responden remaja putri yang telah mengalami menstruasi dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa Kuesioner. Penelitian ini menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat dengan uji Prasyarat yang terbagi menjadi “Uji Homogenitas, Uji Normalitas dan Uji Hipotesis”. Hasil penelitian didapatkan jika hasil Uji Hipotesis Wilcoxon Signed Ranks Test yaitu 0,000. Maka P value < 0,05 (Ho ditolak, Ha diterima) berarti terdapat “Pengaruh Penyuluhan Personal Hygiene terhadap Sikap Personal Hygiene saat Menstruasi pada Remaja Putri.” Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan acuan agar adanya peningkatan pemahaman dan sikap pada remaja putri dalam memelihara hygiene saat menstruasi dan menjaga kesehatan organ reproduksi agar terhindar dari virus, bakteri, jamur dan penyakit organ reproduksi dengan cara mengadakan program penyuluhan kesehatan oleh pihak sekolah tentang Personal Hygiene terutama Personal Hygiene saat menstruasi secara rutin.