Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Language and Health

Terapi Menghisap Es Batu Untuk Mengurangi Rasa Haus pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang Menjalani Terapi Hemodialisis: Kajian Literatur Nurapipah, Maulida; Putriyati, Luthfiyah; Kususmawati, Maya; Hikmah, Nurul; Nurkholifah, Nurkholifah
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4223

Abstract

Penyakit ginjal ialah suatu gangguan organ ginjal yang muncul karena beragam aspek, contohnya tumor, infeksi, kelainan bawaan, degeneratif ataupun penyakit metabolic, dll. Ada 3 pengobatan dari terapi medis yang tersedia pada CKD (Chronic Kidney Disease) yakni peritoneal dialisis, hemodialisa serta transplantasi ginjal. Banyaknya pengidap penyakit ginjal kronis ialah berjumlah 1,3 juta penduduk dunia. Tujuan Penelitian untuk engidentifikasi efektifitas terapi menghisap es batu untuk menurunkan perasaan haus kepada penderita CKD yang melaksanakan terapi hemodialisis berlandaskan pada kajian literarure. Tipe riset yang dipakai dalam studi ini ialah Narattive review. Narrative review yakni jenis dari literature review yang memakai teknik lewat mengklasifikasikan berbagai data hasil. Database yang digunakan Google Scholar, Pubmed, Spingerlink, academia.edu, Microsoft Academic, dengan menggunakan kata kunci Hemodialisis AND Pasien CKD on HD AND Terapi menghisap Es Batu” didapatkan 23 artikel yang relevan dan digunakan 5 artikel setelah sorting. Penentuan artikel ilmiah menggunakan metode PRISMA flow dan menggunakan diagram untuk menentukan artikel ilmiah yang sesuai masuk dalam kriteria inklusi penelitian. Setelah melalui beberapa tahapan penyeleksian studi, didapatkan 5 literatur yang membahas efektifitas terapi menghisap es batu untuk mengurangi rasa haus pada pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis. Total jumlah sampel dari semua penelitian yaitu 73 subjek. Strategi pencarian jurnal menggunakan kerangka PICO.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 7-12 Bulan pada Ibu Bekerja Nurapipah, Maulida; Hidayah, Cecep Taufiq; Pratiwi, Liliek
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4520

Abstract

Ibu pekerja ialah satu dari beberapa faktor yang menghambat dalam memberikan secara ASI eksklusif, sebaliknya total pekerja Wanita senantiasa mengalami peningkatan tiap tahunnya. Berlandaskan pada Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2023 jumlah cakupan dalam memberi ASI secara eksklusif sebanyak 68,8%. Kegagalan dalam memberi ASI eksklusif menjadi suatu perilaku kesehatan yang bisa diberikan pengaruh sama banyak aspek, sebagaimana aktifitas kerja, pengetahuan, serta dukungan keluarga. Studi ini memiliki tujuan guna melihat beberapa aspek yang memiliki korelasi terhadap kegagalan dalam memberi ASI Eksklusif kepada bayi berusia 7 hingga 12 bulan pada ibu yang bekerja pada Desa Parakanhonje Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya. Studi ini termasuk tipe kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel ialah seluruh ibu yang bekerja pada sektor formal yang memiliki bayi berumur 7 sampai 12 bulan sebanyak 53 responden serta pemungutan sampel memakai metode proporsional ramdom sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi. Analisa data memakai uji Korelasi Kendall’s Tau-b. Perolehan studi memeprlihatkan bahwa mayoritas berpengetahuan baik (60,4%), sebagian besar beraktifitas administratif (56,6%), dan sebagian besar mendapat dukungan (62,3%), serta mayoritas ibu yang bekerja tak memberi ASI secara eksklusif (52,8%). Hasil statistik korelasi menunjukkan bahwa ada korelasi pengetahuan terhadap kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,000), tada ada korelasi aktifitas kerja terhadap kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p= 0,527), serta ada korelasi hubungan dukungan keluarga dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p= 0,000). Pengetahuan ibu bekerja dan dukungan keluarga memiliki korelasi dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif, sebaliknya aktifitas kerja tak berhubungan terhadap kegagalan dalam memberik ASI Eksklusif di Desa Parakanhonje.