Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Social And Economics Research

ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING INDOMIE INSTANT NOODLE REPURCHASE DECISIONS USING THE BINARY LOGISTIC REGRESSION METHOD Rafyon Sani; Muhammad Yusuf; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian kembali mie instan Indomie oleh konsumen. Karena mie instan di Indonesia memiliki beberapa varian merek yang bersaing menjual produknya kepada konsumen, Indomie menjadi produk yang terkenal dan unggulan di Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada Teori Kepuasan Pelanggan, yang menyatakan bahwa kepuasan pelanggan merupakan hasil dari perbandingan antara harapan pelanggan dengan pengalaman aktual yang dirasakan. Dimana variabel independen yang diteliti meliputi 13 variabel seperti Harga kompetitif, Toko Retail, Kemasan Menarik dan lainya. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 143 responden yang merupakan konsumen mie instan Indomie. Hasil dari penelitian dimasukkan ke dalam Microsoft Excel dan menunjukkan bahwa variabel Toko Retail dan Rekomendasi Influencer signifikan terhadap keputusan pembelian kembali mie instan Indomie. Variabel rasa memiliki pengaruh yang paling dominan, mengindikasikan bahwa cita rasa yang khas dan beragam menjadi faktor utama konsumen dalam memutuskan untuk membeli kembali produk tersebut. Sementara itu, variabel harga, ketersediaan, inovasi, dan lainnya tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian mie instan Indomie kembali. Penelitian ini memberikan implikasi bagi produsen mie instan Indomie untuk lebih fokus pada lokasi penjualan di berbagai platform, baik secara online maupun offline, memastikan konsumen di berbagai daerah dari kota hingga desa dapat menemukan produk di pasaran, serta menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi konsumen setelah membeli Indomie. Strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan brand awareness juga perlu dipertimbangkan untuk memperkuat dan mempertahankan posisi merek Indomie di benak konsumen. Teori Kepuasan Pelanggan mendukung pentingnya pengalaman positif konsumen dalam mendorong pembelian ulang produk Indomie. Meskipun harga dan promosi tidak berpengaruh signifikan, produsen tetap perlu memperhatikan kedua variabel tersebut agar tetap kompetitif di pasar mie instan.
MARKET SEGMENTATION ANALYSIS TO DETERMINE USER NEEDS (CASE STUDY: ONLINE TRAVEL AGENT APPLICATION IN INDONESIA USING SPSS WITH K-MEANS METHOD) Muhammad Yusuf; Rafyon Sani; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.818

Abstract

Penelitian ini menganalisis segmentasi pasar pengguna aplikasi agen perjalanan online menggunakan metode K-Means Clustering dengan SPSS. Responden terdiri dari 103 konsumen dengan variabel seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, frekuensi penggunaan aplikasi, dan preferensi layanan. Hasil analisis menghasilkan tujuh segmen utama: Pengusaha Mandiri, Profesional Perkotaan, Mahasiswa Ekonomis, Wirausaha Berpenghasilan Tinggi, Petualang Hemat, Traveler Keluarga, dan High-Class Executive. Segmentasi berbasis data ini memberikan wawasan strategis bagi pengembang aplikasi perjalanan online untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, seperti promosi khusus dan paket perjalanan yang disesuaikan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pemasaran digital di sektor aplikasi perjalanan dengan memahami kebutuhan pengguna. Selain itu, penelitian ini membuktikan efektivitas K-Means Clustering dalam segmentasi pasar konsumen ritel dan memberikan rekomendasi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Sebagai strategi utama, penelitian ini menargetkan profesional perkantoran untuk promosi paket wisata menarik seperti bundling reservasi hotel, transportasi, dan tiket wisata, berdasarkan kebiasaan mereka menyisihkan dana secara rutin. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam meningkatkan pengalaman pengguna dan loyalitas pelanggan di industri perjalanan digital.