Masalah penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) oleh kapal ikan asing masih menjadi persoalan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Berdasarkan data dari Ocean Justice Initiative menyatakan bahwa intensitas aktivitas illegal fishing di WPPNRI 711 menunjukkan jumlah yang meningkat. Kebutuhan akan kapal patroli menjadi prioritas karena Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih kekurangan armada untuk patroli. Kapal patroli dirancang sebagai alat pengawasan guna mengurangi angka illegala fishing dengan LOA 61 m, LPP 56.7 m, LWL 58.7 m, lebar 8.6 m, sarat 2.6 m, tinggi 4.6 m, Cb 0.61 dan kecepatan 15 knot. Analisa hambatan dilakukan dengan perangkat lunak dengan metode holtrop. Analisa stabilitas kapal berdasarkan 5 kondisi muatan. Tinjauan stabilitas dilakukan pada penelitian kapal patroli ini memenuhi kritaria yang ditentukan.