This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
., Anshariah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE CIRCULAR, STUDI KASUS: DAERAH TANJUNG PALAS TENGAH, KALIMANTAN UTARA Wakila, M. H.; ., Anshariah; Heriansyah, A. F.; Idris, K.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1586

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumberdaya alam berlimpah, satu satunya adalah batubara. Untuk mengetahui jumlah sumberdaya batubara diperlukan metode estimasi yang sesuai dengan karakteristik endapan batubara, sehingga dipilih Metode Circular. Pada penelitian-penelitian sebelumnya yang mengkaji tentang estimasi sumberdaya menggunakan Metode Circular hanya difokuskan pada kondisi geologi sederhana dan daerah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Namun belum ditemukan penggunaan Metode Circular untuk mengestimasi sumberdaya batubara di daerah Kalimantan Utara dengan kondisi geologi moderat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan arah sebaran batubara dan mengestimasi sumberdaya batubara di daerah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengestimasi sumberdaya batubara adalah Metode Circular. Metode Circular adalah metode dengan bentuk lingkaran dengan radius lingkaran merupakan jarak informasi terluar sebagai batas (area of influence) sesuai dengan ketetapan SNI 5015:2011. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi geologi daerah penelitian dikategorikan ke dalam kondisi geologi moderat. Hal ini bisa dilihat dari aspek sedimentasi yaitu ketebalan lapisan cukup bervariasi, dan kesinambungan lapisan batubara sampai ratusan meter. Aspek tektonik menunjukkan adanya sesar namun cukup jarang, lapisan terlipat sedang, dan kemiringan sedang. Kualitas batubara di daerah penelitian cenderung bervariasi. Dapat disimpulkan bahwa arah sebaran batubara berarah tenggara-barat laut N 325° NE dan nilai dip sebesar 25°. Jumlah sumberdaya batubara terukur adalah 1.293.358,982 ton, sumberdaya batubara tertunjuk adalah 2.931.825,371 ton, serta sumberdaya batubara tereka adalah 7.196.119,244 ton.
PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN KONSENTRASI METANOL (CH3OH) TERHADAP PENURUNAN KADAR SULFUR BATUBARA TONDONGKURA MELALUI PROSES DESULFURISASI Juradi, M. I.; Bakri, S.; ., Anshariah
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.1747

Abstract

Batubara Tondongkura diketahui memiliki kandungan sulfur yang cukup tinggi. Penurunan kandungan sulfur dalam batubara ini menjadi fokus utama untuk meningkatkan kualitas batubara. Proses desulfurisasi batubara merupakan salah satu metode yang efektif dalam mengurangi kandungan sulfur. Metanol (CH₃OH) telah diketahui memiliki kemampuan untuk bereaksi dengan sulfur dalam batubara dan membentuk senyawa yang lebih mudah dipisahkan. Penggunaan metanol dalam proses desulfurisasi telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam berbagai penelitian sebelumnya. Namun, efektivitas desulfurisasi sangat bergantung pada beberapa faktor, termasuk konsentrasi metanol yang digunakan dan waktu pengadukan selama proses tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui persen penurunan kadar sulfur dengan parameter konsentrasi larutan dan waktu pengadukan pada proses desulfurisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data variabel tetap dan variabel bebas. Langkah awal yang dilakukan adalah menentukan persentase pengenceran yang menghasilkan banyaknya larutan metanol yang digunakan untuk pelindian. Setelah itu ditentukan parameter penurunan persentase kadar sulfur keseluruhan mulai dari awal hingga setelah leaching. Data awal didapatkan kadar total sulfur sebesar 7,59% dengan variabel waktu pengadukan kondisi terbaik didapatkan pada 60 menit waktu pengadukan dengan persen penurunan 37,32% sedangkan pada variabel persen volume methanol kondisi terbaik didapatkan 5% volume methanol dengan persen penurunan 61,98%.