Perbaikan kualitas dan perbaikan proses terhadap sistem produksi secara menyeluruh harus dilakukan jika perusahaan ingin menghasilkan produk yang berkualitas baik. Suatu perusahaan dikatakan berkualitas bila perusahaan tersebut mempunyai sistem produksi yang baik dengan proses terkendali. Pengendalian kualitas perlu dilakukan di UKM Kopi Babadan II sehingga dapat bersaing dengan berbagai jenis kopi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian kualitas dengan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) di UKM Kopi Babadan II sehingga perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Berdasarkan analisa dengan DMAIC, faktor-faktor penyebab terjadinya cacat pada biji kopi adalah kuku kambing, kuku gajah dan kopi lanang/pibery. Jenis cacat yang paling tinggi adalah kuku gajah. Upaya perbaikan dibuat dengan usulan yang dapat diberikan kepada perusahaan dalam rangka menurunkan cacat pada biji kopi tersebut. Usaha pertama yang dapat dilakukan perusahaan adalah melakukan training atau diklat kepada setiap pekerja agar pekerja dapat memahami bentuk dan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Kedua, melakukan pengawasan berkala terhadap kinerja karyawan. Ketiga, melakukan perawatan secara berkala terhadap mesin, terutama mesin yang menghasilkan kecacatan terbanyak. Keempat, menanam kopi kualitas tinggi, dan berhati pada saat melakukan proses pengupasan juga proses lainnya supaya biji kopi tidak pecah dan cacat.