p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Irsyad Al-Nafs
Alang, M. Sattu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Irsyad Al-Nafs

BAKAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENCAPAIAN PRESTASI BELAJAR SISWA Alang, M. Sattu
Al-Irsyad Al-Nafs : Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam Vol 10 No 1 (2023): May (AL-IRSYAD AL-NAFS)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-irsyad al-nafs.v10i1.40280

Abstract

Talent is a natural ability of a person that still needs to be trained and developed in order to achieve its full potential. Meanwhile, ability is the power to perform an action as a result of innate qualities and practice. Talent also influences an individual's learning activities. If the subjects or materials being studied by a student are not aligned with their talent, they will experience learning difficulties, which can impact both their academic performance and the teacher's ability to address it. Each individual possesses unique talents. Some may have artistic talents, others may excel in statistics, sports, and various other fields. The rights and responsibilities of students or learners include receiving educational services tailored to their talents, interests, and abilities, while also being obliged to uphold educational norms to ensure the continuity and success of the learning process. Therefore, a student's learning achievement is defined as the qualitative and quantitative measure of what they have achieved through the learning and teaching process. Differences in talent will significantly influence an individual's learning style, which in turn affects their success in achieving academic accomplishments.
KONSEP PSIKOTERAPI RASIONAL EMOTIF DAN PENERAPANNYA Alang, M. Sattu
Al-Irsyad Al-Nafs : Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam Vol 10 No 2 (2023): December (AL-IRSYAD AL-NAFS)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep dan gagasan Terapi Rasional Emotif pertama kali dikemukakan oleh Albert Ellis pada tahun 1955, Terapi ini berusaha untuk menghilangkan cara berfikir seseorang klien yang awal mulanya tidak logis dan irasional dengan menggantinya kepada sesuatu yang logis dan rasional. Semua ini bermula dari hasil pengamatan Albert Ellis terhadap anak yang tidak mencapai kemajuan karena dia tidak memiliki pemahaman yang tepat dalam hubungannya dengan peristiwa yang dialami. Konsep dasar Terapi Rasional Emotif adalah bahwa pikiran manusia merupakan akar dari gangguan emosional. Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir secara rasional dan irasional, yang dipengaruhi oleh disposisi biologis, pengalaman masa kecil, dan budaya. Pemikiran dan emosi saling terkait, dan dalam terapi ini, konselor membantu klien menyadari pemikiran irasional mereka, mengubahnya menjadi pemikiran yang rasional. Tujuan dari Terapi Rasional emotif ini adalah untuk membantu klien membebaskan dirinya dari emosi dan cara berpikir yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Sehingga klien dapat mengembangkan diri dan mencapai realisasi diri yang optimal, serta menghilangkan gangguan emosional yang dapat merusak diri.