Stroke merupakan penyakit yang dapat menimbulkan berbagai kecacatan fisik maupun psikologis yang mengakibatkan keterbatasan dalam hidupnya. Stress adalah masalah psikologis yang sering dialamiĀ pasien stroke karena mengalami perubahan aktivitas dalam hidupnya. Discharge planning merupakan intervensi yang bisa meminimalisir komplikasi dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien stroke. Namun masih banyak laporan mengenai pelaksanaan discharge planning yang belum optimal. Penggunaan metode yang kurang tepat menjadi penyebabnya. Penelitian ini mengusulkan penggunaan metode baru yaitu dengan metode discharge planning berbasis aplikasi yang bertujuan untuk membuktikan pengaruh penggunaan aplikasi discharge planning terhadap tingkat stress pada pasien stroke. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasi-eksperiment dengan desain penelitian one group pretest and posttest design. Total responden sebanyak 21 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang dengan meminta inform concent kepada responden. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh tingkat stress antara sebelum dan sesudah diberikan discharge planning berbasis aplikasi. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan hasil p-value 0,000 (p<0,005), hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh discharge planning berbasis aplikasi terhadap tingkat stress pada pasien stroke.