Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL SWARNABHUMI

IDENTIFIKASI TINGKAT KELAYAKAN HUNI PERMUKIMAN KELURAHAN DALAM BUGIS BERDASARKAN KONDISI BANGUNAN GEDUNG DAN DRAINASE LINGKUNGAN Purnama, Inda; Sugiarto, Agus; Sulistyarini, Sulistyarini
Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v8i2.11658

Abstract

Abstrak. Perkembangan suatu wilayah yang sangat dinamis membawa dampak bagi pola kehidupan masyarakat utamanya adalah permasalahan kebutuhan kawasan permukiman. Salah satu permasalahan pembangunan permukiman adalah kelayakan huni suatu permukiman. Kelayakhunian permukiman dinilai berdasarkan Formula Penilaian Lokasi Permukiman yang diatur dalam Peraturan Menteri PUPR RI Nomor 14/PRT/M/2018. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai sebaran tingkat kelayakan huni berdasarkan aspek kondisi bangunan gedung dan drainse lingkungan di permukiman Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian adalah di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak dengan unit analisis kelurahan. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran permukiman di Kelurahan Dalam Bugis berdasarkan aspek Kondisi Bangunan menunjukkan bahwa 79% (144,21 ha) masuk pada kategori kumuh ringan sehingga layak huni dan 21% (38,73 ha) masuk pada kategori kumuh sedang sehingga cukup layak huni. Sedangkan pada aspek Kondisi drainase lingkungan permukiman Kelurahan Dalam Bugis menunjukkan bahwa 60% (98,08 ha) masuk pada kategori sebagai kumuh ringan sehingga layak huni dan 40% (65,83 ha) masuk pada kategori kumuh sedang sehingga cukup layak huni.