Konflik keluarga yang seharusnya menjadi tameng pertama sang anak adalah tentang Dewi dan Darwisy dalam novel Putri Kejawen Ketika Langit Jatuh karya Abdul Mutaqin dan Novia Syahidah, yang berjuang mempertahankan kesucian akidah mereka namun kenyataan hidup mereka bertolak belakang. Islam di kalangan masyarakat, seorang penggagas liberalis tua yang gencar mencela adat dan tradisi Islam dan Jawa di lingkungan tempat tinggalnya. Tetapi orang tuanya tidak mempengaruhinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk fokus pada identifikasi konflik internal anak dalam novel Ketika Langit Runtuh dan Putri Kejawen. Penelitian ini menggunakan metode sastra bandingan dengan pendekatan psikologi sastra sebagai metode analisis isi novel. Hasil perbandingan konflik internal batin anak dalam kedua novel ini ialah yaitu berdasarkan analisis yang dilakukan, hal-hal yang tercermin dari munculnya konflik-konflik dalam cerita, faktor konflik batin anak yang sering yaitu terkait perbedaan budaya dan perbedaan antara individu dengan individu lain.