Hayus, Zuhaimi Santari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Pengaruh Pola Asuh terhadap Kematangan Emosi Remaja Hayus, Zuhaimi Santari; Iswinarti
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p163-169

Abstract

Emotional maturity is the tendency to understand and deal with emotions. Emotional maturity determines an individual's ability to deal with complex situations. Emotional changes are often seen in the teenage phase. Adolescence is a transition period from childhood to independent adulthood characterized by physical, psychological, social, and emotional changes. Healthy changes can only be achieved if parents choose the right parenting style to raise their children. The mental construct that shows the standard approach in the treatment chosen by parents in raising children is the parenting style. Adolescents develop and become emotionally stable when parents communicate respectfully and pay attention before reacting, provide consistent, realistic rules and expectations, and offer opportunities that encourage independence. This article explores the types of parenting styles parents use and their influence on development in the adolescent phase. The results of the literature review show that there is a significant correlation between emotional maturity and parenting style. Parenting patterns and family environment also help teenagers become more resilient in facing challenges. AbstrakKematangan emosional adalah kecenderungan untuk memahami dan mengatasi emosi. Tingkat kematangan emosional menentukan kemampuan individu untuk menghadapi situasi kompleks. Perubahan emosional sering terlihat pada fase remaja. Remaja adalah periode transisi dari masa kanak-kanak menjadi dewasa mandiri ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, sosial, dan emosional. Perubahan yang sehat hanya dapat dicapai jika orang tua memilih gaya pengasuhan yang tepat untuk mengasuh anak-anak mereka. Konstruksi mental yang menunjukkan pendekatan standar berupa perlakuan yang dipilih orang tua dalam mengasuh anak disebut gaya pengasuhan. Remaja berkembang dan menjadi stabil secara emosional ketika orang tua berkomunikasi dengan penuh hormat dan memberikan perhatian sebelum bereaksi, memberikan aturan dan harapan yang konsisten, realistis dan menawarkan kesempatan yang mendorong kemandirian. Artikel ini mengeksplorasi jenis gaya pengasuhan yang digunakan orang tua dan pengaruhnya terhadap perkembangan pada fase remaja. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kematangan emosi dan gaya pengasuhan. Pola asuh dan lingkungan keluarga juga membantu remaja menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan.