Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Journal of Mathematics: Theory and Applications

Model Generalized Space Time Autoregressive with Variable Exogenous (GSTARX) Dalam Meramalkan Data Inflasi di Sulawesi Selatan Khadijah, Khadijah; Hikmah, Hikmah; Fardinah, Fardinah; Apriyanto, Apriyanto; Nurhidayah, Nurhidayah; Lestari, Sri Dian
Journal of Mathematics: Theory and Applications Vol 6 No 1 (2024): Volume 6, Nomor 1, 2024
Publisher : Program Studi Matematika Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jomta.v6i1.2999

Abstract

Inflasi merupakan salah satu parameter untuk mengukur kestabilan perekonomian di Indonesia. Menjaga stabilitas perekonomian dapat dilakukan dengan mengendalikan laju inflasi. Pengendalian laju inflasi, selain melalui kebijakan yang ditetapkan pemerintah juga dapat dilakukan dengan meramalkan inflasi untuk periode selanjutnya. Peran serta setiap wilayah di Indonesia sangat diperlukan, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki 5 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Kota Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo. Inflasi merupakan data deret waktu bulanan yang diduga dipengaruhi oleh aspek antar lokasi dan variabel eksogen. Peramalan inflasi yang melibatkan efek waktu, lokasi dan variabel eksogen dapat menggunakan Generalized Space Time Autoregressive with Exogenous Variable (GSTARX). Penelitian ini, meramalkan inflasi 5 kota di Sulawesi Selatan menggunakan GSTARX dengan variabel eksogen yaitu IHK serta pembobot lokasi yang digunakan adalah bobot seragam dan invers jarak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model peramalan yang sesuai dan mengetahui hasil peramalan inflasi pada 5 kota di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GSTARX adalah model yang cocok dan hasil peramalan inflasi 5 kota di Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa pembobot invers jarak memiliki akurasi yang lebih baik karena nilai rata-rata RMSE bobot invers jarak lebih kecil dibanding bobot seragam. Akan tetapi, terdapat selisih yang cukup besar antara hasil peramalan dengan data out-sample (aktual). Efek spasial secara menyeluruh belum mampu dijelaskan oleh kedua bobot yang digunakan menjadi penyebabnya.