Di era digitalisasi dan inovasi teknologi, cara konsumen melakukan transaksi pembayaran terus mengalami transformasi. Teknologi pembayaran terus berkembang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan. Salah satu inovasi terbaru yang mendapat perhatian adalah teknologi pembayaran nirkontak (contactless). Pertumbuhan pembayaran digital pada periode pascapandemi diperkirakan akan terus meningkat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Inventure menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah mendorong pembayaran tanpa uang tunai, tanpa kartu, dan tanpa kontak menjadi prioritas bagi konsumen saat melakukan transaksi. Generasi Z sangat familiar dengan teknologi dan cenderung mengutamakan kemudahan dan kecepatan dalam menggunakan teknologi. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam perilaku pengguna, khususnya Generasi Z, dalam menerima dan menggunakan fitur Contactless. UTAUT 2 merupakan pengembangan dari model UTAUT sebelumnya. UTAUT 2 lebih fokus pada aspek penerimaan dan penggunaan teknologi dalam konteks konsumen. Tujuan dari penggunaan model UTAUT 2 adalah untuk mengidentifikasi tiga faktor utama dalam penerimaan dan penggunaan teknologi, baik oleh masyarakat umum maupun konsumen. Diharapkan penelitian ini dapat melengkapi informasi yang ada dengan fokus pada aspek spesifik penggunaan Contactless oleh Generasi Z. Hal ini dapat menjadi dasar untuk menyusun langkah-langkah strategi yang lebih tepat dan efisien untuk meningkatkan penerapan dan pemanfaatan signifikan mempengaruhi purchase intention konsumen. Berdasarkan penelitian terdahulu dengan menggunakan theory of planned behavior, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari social media marketing activities, electronic word of mouth, dan brand awareness terhadap purchase intention dengan fokus pada merek parfum HMNS di Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan sampel berjumlah 140 responden penduduk Banten. Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Smart-PLS untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa social media marketing activities dan electronic word of mouth berpengaruh positif terhadap brand awareness, electronic word of mouth dan brand awareness berpengaruh positif terhadap purchase intention. Akan tetapi, pengaruh social media marketing activities tidak signifikan mempengaruhi purchase intention. Hasil penelitian ini memberikan manfaat berharga bagi perusahaan di industri ini untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif agar berhasil dalam pasar yang sangat kompetitif. Penelitian ini menyarankan agar para manajer memaksimalkan potensi pemasaran media sosial untuk meningkatkan brand awareness, sehingga memberikan dampak baik pada purchase intention.