Tumbuhan pepaya (Carica papaya L.) bagian daunnya dapat diolah sebagai bahan makanan dan memiliki senyawa aktif meliputi papain, chymopapain, cystacin, tocophenol, flavonoids, ascorbic acid, glucoside, cyanogenic dan glucosinolates sebagai obat berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini untuk melihat profil kandungan kimia , potensi senyawa aktif dan menguji aktivitas biologi ekstrak dari daun pepaya. Ekstrak daun pepaya diperoleh dengan metode maserasi yang selanjutnya diidentifikasi kandungan senyawa kimianya dengan metode fitokimia. Tahapan berikutnya ekstrak yang diperoleh dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (1.1 Diphenyl-2-picrylhidrazyl). Hasil penelitian menunjukkan daun pepaya asal kota Manokwari memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, triterpenoid, steroid dan flavonoid dengan hasil positif kuat. Hasil analisis GCMS ditunjukkan adanya senyawa aktif asam 2 etil heptanoat. Kemudian untuk uji aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 sebesar 875,3 ppm. Nilai IC50 yang besarnya lebih dari 200 ppm menandakan bahwa ekstrak daun pepaya merupakan antioksidan lemah.