p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LINK
Naja, Nadia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LINK

Analisa Kebijakan Program DBDklim dalam Mitigasi Penyebaran Demam Berdarah Dengue di DKI Jakarta Naja, Nadia
Jurnal LINK Vol 20, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12016

Abstract

Sampai dengan 31 Mei 2024, terdapat 9.261 kasus DBD dengan 22 kematian. Case Fatality Rate (CFR) Mei 2024 mencapai 0,24%, walaupun masih tercapai indikator program DBD yakni CFR 1% namun tertinggi dibanding 5 tahun terakhir. Tujuan penelitan adalah menemukan permasalahan belum optimalnya kebijakan Peringatan dini DBD berbasis iklim (DBDKlim) serta menyusun usulan rekomendasi kebijakan di DKI Jakarta. Metodologi yang digunakan dalam proses policy paper ini adalah Analisa SOAR (Strenghts, Opportunity, Aspiration and Result) dan wawancara. Hasil analisis SOAR, maka strategi yang dipilih adalah: 1). Strategi SA: Menggunakan Kekuatan Menjadi Harapan  (635), 2). Strategi SR: Menggunakan Kekuatan untuk Mencapai Hasil yang Terukur (565), 3). Strategi OA: Menggunakan Peluang untuk Mencapai Harapan (650), 4). Strategi OR: Menggunakan Peluang untuk Mencapai Hasil yang Terukur (560). Strategi OA merupakan strategi dengan nilai tertinggi, maka konsepsi optimalisasi peran DBDKlim adalah Peluang untuk mencapai Aspirasi/Harapan. Kesimpulan dan rekomendasi yaitu Optimalisasi kebijakan DBDKlim untuk menekan jumlah korban DBD, terutama dalam peningkatan sebaran data level kecamatan, kabupaten hingga level Nasional melalui perubahan instruksi Gubernur dan Peraturan Menteri Kesehatan.
Analisa Kebijakan Program DBDklim dalam Mitigasi Penyebaran Demam Berdarah Dengue di DKI Jakarta Naja, Nadia
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12016

Abstract

Sampai dengan 31 Mei 2024, terdapat 9.261 kasus DBD dengan 22 kematian. Case Fatality Rate (CFR) Mei 2024 mencapai 0,24%, walaupun masih tercapai indikator program DBD yakni CFR <1% namun tertinggi dibanding 5 tahun terakhir. Tujuan penelitan adalah menemukan permasalahan belum optimalnya kebijakan Peringatan dini DBD berbasis iklim (DBDKlim) serta menyusun usulan rekomendasi kebijakan di DKI Jakarta. Metodologi yang digunakan dalam proses policy paper ini adalah Analisa SOAR (Strenghts, Opportunity, Aspiration and Result) dan wawancara. Hasil analisis SOAR, maka strategi yang dipilih adalah: 1). Strategi SA: Menggunakan Kekuatan Menjadi Harapan  (635), 2). Strategi SR: Menggunakan Kekuatan untuk Mencapai Hasil yang Terukur (565), 3). Strategi OA: Menggunakan Peluang untuk Mencapai Harapan (650), 4). Strategi OR: Menggunakan Peluang untuk Mencapai Hasil yang Terukur (560). Strategi OA merupakan strategi dengan nilai tertinggi, maka konsepsi optimalisasi peran DBDKlim adalah Peluang untuk mencapai Aspirasi/Harapan. Kesimpulan dan rekomendasi yaitu Optimalisasi kebijakan DBDKlim untuk menekan jumlah korban DBD, terutama dalam peningkatan sebaran data level kecamatan, kabupaten hingga level Nasional melalui perubahan instruksi Gubernur dan Peraturan Menteri Kesehatan.