Perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka ke blended learning telah menimbulkan tantangan baru bagi mahasiswa, khususnya terkait kesehatan mental dan keyakinan terhadap kemampuan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan blended learning terhadap tingkat depresi dan efikasi diri mahasiswa JTIK Universitas Negeri Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 63 mahasiswa melalui teknik accidental sampling. Hasil menunjukkan bahwa blended learning memiliki pengaruh positif terhadap efikasi diri mahasiswa, ditandai dengan meningkatnya rasa percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun, sebagian mahasiswa juga menunjukkan indikasi gejala depresi yang berkaitan dengan tekanan selama pembelajaran daring. Selain itu, sebagian besar mahasiswa merasa mampu memanajemen waktu dan tetap aktif terlibat dalam proses belajar meskipun menghadapi tantangan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya strategi pendampingan psikologis dan pedagogis dalam penerapan blended learning agar manfaatnya dapat optimal tanpa mengabaikan aspek kesejahteraan mental mahasiswa.