Jambu kristal dikembangkan di Indonesia pada tahun 2009 yang sebelumnya merupakan jambu biji varietas baru yang dikembangkan di Taiwan pada tahun 1991. Lalat buah merupakan salah satu kelompok serangga hama yang cukup penting pada beberapa komoditas buah dan sayur bahkan dapat menjadi organisme pengganggu tanaman (OPT) utama. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, studi literatur, dan praktik langsung pembungkusan. Pembrongsongan dilakukan pada bakal buah jambu kristal yang sudah berukuran 1.7 cm – 2 cm (berumur ± 4 MSA) pada bakal buah yang memiliki kemulusan 100 %. Setelah dilakukan pembungkusan pada buah, Kelompok Tani Rimba Mulya mampu memanen 2 – 3 kwintal dari jumlah 150 pohon. Buah Jambu Kristal memiliki potensi komersil yang baik. Pembungkusan buah atau yang biasa dikenal Pembrongsongan dapat menjadi hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas yang dihasilkan.