Kelancaran proses produksi kemasan flexible penting untuk diperhatikan di PT XYZ. Namun keterlambatan produksi akibat kekurangan stok bahan baku dasar pernah terjadi di PT XYZ. Permintaan jumlah bahan baku yang tidak tepat, dapat berakibat pada kehabisan bahan baku yang berdampak pada terganggunya operational. Sehingga, pengendalian ketersediaan bahan baku yang optimal sangat diperlukan demi kelancaran produksi. Berdasarkan data bahan baku, penggunaan bahan baku dasar terbanyak OPP Film 18µ. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah stok akhir bahan baku OPP Film 18µ ukuran 895×8000mm dan 1010×8000mm yang optimal. Salah satu metode yang dapat menganalisa ketidakpastian, Fuzzy Logic. Dilakukan perbandingan hasil prediksi stok akhir yang diolah dengan metode Fuzzy Mamdani, dan Fuzzy Sugeno. Untuk menentukan metode fuzzy yang terbaik dalam memprediksi stok akhir bahan baku, dilakukan analisis uji validitas menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terhadap hasil prediksi disetiap metode. Berdasarkan hasil perhitungan MAPE, nilai persentase error metode Fuzzy Mamdani terkecil dibandingkan metode Sugeno. Dengan nilai MAPE untuk OPP Film 895mm sebesar 13.05% dan untuk OPP Film 1010mm sebesar 0.34%. Sehingga, metode Fuzzy Mamdani dapat dikatakan lebih optimal digunakan dalam perhitungan stok bahan baku OPP Film 18µ ukuran 895×8000mm dan ukuran 1010×8000mm di PT XYZ.