Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Analisis Struktural Fungsional Masyarakat Jakarta Melalui Tradisi Marhori Hori Dinding dan Patua Hata Marhusip yang Dihidupkan oleh Masyarakat Batak di Jakarta Sinaga, Jawali
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56201

Abstract

Seiring perkembangan zaman, budaya dan kompleksitas masyarakat Jakarta mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa teori struktural fungsional tidak lagi relevan untuk menganalisis masyarakat urban seperti Jakarta, karena dinilai lebih cocok untuk masyarakat terisolasi. Namun, dalam kompleksitas perkotaan Jakarta, tradisi tertentu tetap bertahan, seperti marhori hori dinding dan patua hata marhusip dari suku Batak. Tradisi ini mencakup pembicaraan mahar sebelum pernikahan yang dilakukan melalui mekanisme adat dengan sejumlah penyesuaian terhadap konteks perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi tradisi tersebut dalam masyarakat urban Jakarta dan menilai relevansi teori struktural fungsional untuk memahami mekanisme negosiasi dan re-kreasi budaya tradisional di lingkungan perkotaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh adat Batak di Jakarta, observasi partisipatif pada pelaksanaan tradisi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi marhori hori dinding dan patua hata marhusip menjadi simbol penting dalam mempertahankan identitas etnik Batak di Jakarta. Meskipun berada di tengah modernitas, tradisi ini tetap bertahan melalui proses adaptasi yang memungkinkan masyarakat Batak menyesuaikan praktik budaya mereka tanpa menghilangkan esensi tradisionalnya. Teori struktural fungsional masih relevan untuk menganalisis fenomena ini, karena mampu menjelaskan bagaimana tradisi terisolasi dapat bertahan dan berkembang melalui adaptasi dengan dinamika perkotaan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi sebagai bentuk penjagaan identitas etnis dan kontribusi terhadap keragaman budaya dalam masyarakat urban yang semakin kompleks.