This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Zahar, W.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN ALAT ANGKUT MERCY3939K DENGAN SCANIAP380 PADA PENGUPASAN OVERBURDEN Setyaningsih, S.; Zahar, W.; Yulanda, Y. A.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.1765

Abstract

Kegiatan pengupasan overburden merupakan kegiatan yang perlu dilakukan sebelum dilakukan kegiatan coal getting. Penggunaan alat angkut pada biaya pengupasan overburden merupakan komponen biaya terbesar yang akan dikeluarkan oleh perusahaan diakibatkan oleh populasi unit yang paling banyak. Biaya tersebut terdiri dari biaya owning cost dan operating cost. Biaya produksi sangat dipengaruhi oleh produktivitas alat dimana semakin lama penggunaan alat maka performa alat akan menurun. Pada penelitian ini, umur alat telah digunakan selama lima tahun penggunaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa biaya alat angkut yang menguntungkan, sehingga memberikan keuntungan dengan mempertimbangkan biaya kepemilikan dan operasional serta biaya produksi dengan mengkorelasikannya dengan produktivitas alat. Berdasarkan penelitian didapatkan produktivitas Mercedes Benz Actross 3939K sebesar 53,12 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 60.512/jam dan biaya operasional Rp 448.598/jam. Sedangkan produktivitas Scania P380 sebesar 37,25 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 63.718/jam dan biaya operasional Rp 420.411/jam. Dengan membagi nilai produktivitas alat didapatkan biaya produksi Mercedes Benz Actross 3939K Rp 9.584/bcm sedangkan Scania P380 Rp 12.996/bcm. Berdasarkan biaya produksi tersebut disimpulkan bahwa walaupun operating cost dump truck Mercedes Benz Actross 3939K lebih besar namun unggul secara performa sehingga Mercedes Benz Actross 3939K lebih ekonomis secara biaya produksi dibandingkan dengan dump truck Scania P380.
ANALISIS KESTABILAN LERENG HIGHWALL BERDASARKAN NILAI FAKTOR KEAMANAN PADA PT CARITAS ENERGI INDONESIA SITE KBB Ramadhan, M. A.; Zahar, W.; Ericson
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3214

Abstract

Pertambangan terbuka merupakan metode eksploitasi sumber daya alam yang seluruh aktivitasnya berlangsung di udara terbuka. Proses pengupasan lapisan tanah penutup menghasilkan lereng dengan variasi geometri, baik dari segi kemiringan maupun ketinggian. Perbedaan geometri lereng serta ketidakpastian parameter geoteknik dapat menimbulkan potensi ketidakstabilan lereng, yang berisiko mengganggu kelancaran produksi akibat longsor. PT Caritas Energi Indonesia merupakan perusahaan kontraktor pertambangan batubara jobsite PT Karya Bumi Bratama terletak di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai faktor keamanan (FK) aktual lereng highwall dan memberikan rekomendasi desain geometri lereng yang lebih stabil. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data sifat fisik dan mekanik material penyusun lereng, peta topografi, peta kemajuan pit atau situasi pit, serta dokumentasi visual lereng. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Rocscience Slide 6.0 dengan Metode Bishop yang disederhanakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai FK aktual pada section A-A’ yaitu 0,965, section B-B’ sebesar 1,048, dan section C-C’ sebesar 1,191. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan modifikasi desain lereng dengan penambahan bench pada lereng inter-ramp. Rekomendasi desain menghasilkan peningkatan nilai FK section A-A’ yaitu 1,143, section B-B’ sebesar 1,145, serta section C-C’ yaitu 1,251. Dengan demikian penelitian ini memberikan rekomendasi lereng per inter-ramp menjadi double bench untuk keamanan nilai FK serta meningkatkan stabilitas lereng untuk memastikan keberlanjutan operasional perusahaan.