This Author published in this journals
All Journal Geoscience Journal
Aton Patonah, Mega Fatimah Rosana, Ahmad Amiruddin, Daffa Rafli Prinaldi,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Geoscience Journal

KARAKTERISTIK BEDROCK PEMBENTUK ENDAPAN NIKEL LATERIT BLOK “X”, PROVINSI SULAWESI SELATAN Aton Patonah, Mega Fatimah Rosana, Ahmad Amiruddin, Daffa Rafli Prinaldi,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57214

Abstract

Lokasi daerah penelitian termasuk dalam area kontrak karya PT. Vale Indonesia, Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi penelitian merupakan endapan nikel laterit dengan litologi Kelompok Ultramafik (Ku), terdiri dari dunit, lherzolit, harzbugit, wherlit dan batuan ubahan serpentinit. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik batuan dasar (bedrock) endapan nikel laterit hasil observasi lapangan dan petrografi. Litostratigrafi tidak resmi, satuan batuan daerah penelitian terdiri dari Satuan Batuan Dunit, Satuan Batuan Lherzolit, Satuan Batuan Harzburgit, Satuan Batuan Wherlit, dan Satuan Batuan Serpentinit. Secara umum, batuan dasar ini menunjukkan tekstur porfiritik-faneritik dengan komposisi batuan disusun oleh mineral olivin, orthopiroksen, klinopiroksen, sebagai penyusun utama batuan, sementara mineral lainnya, seperti mineral serpentin, opak, oksida, brusit, talk hadir sebagai mineral sekunder maupun aksesoris. Pada beberapa sampel memperlihatkan struktur rekahan berupa vein yang terisi oleh mineral silika maupun serpentin. Mineral serpentin merupakan mineral sekunder, ubahan olivin dan piroksen. Berdasarkan hasil petrografi, bedrock endapan nikel laterit adalah didominasi oleh lherzolit, harzburgit, wherlit, dan dunit yang sebagian mengalami metamorfisme menjadi serpentinit.Kata kunci : Batuan dasar, Ultramafik, Petrografi, Nikel laterit