Studi geokimia minyak dan gas bumi berperan penting dalam mengetahui potensi minyak dan gas bumi di sebuah cekungan. Penelitian ini berfokus pada daerah penelitian yang berlokasi di Cekungan Jawa Timur. Sampel batuan induk yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari total 6 (enam) sumur, yakni YF-1, YF-2, YN-1, YN-2, YN-3, dan YN-4. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik geokimia batuan induk, mencakup aspek kuantitas, kualitas, dan kematangan material organik pada setiap formasi dengan menggunakan metode pirolisis rock-eval, dan reflektansi vitrinit. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa Formasi Kujung, Formasi CD, dan Formasi Ngimbang menunjukkan kuantitas dan kualitas batuan induk yang baik dan telah mencapai tingkat kematangan puncak. Ketiga formasi ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan hidrokarbon dengan jenis gas, campuran minyak dan gas, dan minyak. Analisis sejarah pemendaman berdasarkan pemodelan satu dimensi menunjukkan Formasi Ngimbang, Formasi CD, dan Formasi Kujung telah mengalami kematangan termal, sedangkan Formasi Tuban, Ngrayong, dan Wonocolo belum mengalami proses kematangan termal.Kata kunci: Cekungan Jawa Timur, Batuan Induk, Geokimia, Pemodelan 1D, Sejarah Pemendaman