Studi ini mengeksplorasi dampak globalisasi pada bahasa Sunda, dengan fokus pada bagaimana pengaruh eksternal telah menyebabkan perubahan signifikan dalam struktur dan penggunaannya. Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi yang vital, dan di Indonesia, di mana ada lebih dari 700 bahasa daerah, bahasa Sunda memiliki latar belakang sejarah yang kaya. Penelitian ini menyoroti bahwa bahasa Sunda telah mengalami transformasi sejak era kerajaan Padjajaran, transformasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk bahasa Arab dan Jawa, serta dampak kolonial dari Belanda ,Portugis dan Inggris. Penelitian ini menekankan bahwa globalisasi, urbanisasi dan kebangkitan teknologi digital atau platform online telah mempercepat penetrasi bahasa asing ke dialek lokal, terutama melalui media sosial dan sumber daya pendidikan. Fenomena ini telah mengakibatkan perpaduan bahasa, yang mengarah pada pengenceran bahasa Sunda asli. Temuan menunjukkan bahwa tanpa kesadaran dan intervensi, penggunaan bahasa Sunda asli dapat terus menurun, masyarakat memerlukan pemahaman mendalam terkait hal-hal mendasar yang dapat mempengaruhi pelestariannya