Tengku Wahyudi Rasyid
Universitas Islam Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) pada Daerah Irigasi SIKUBALPAWAI, Kabupaten Kampar Harmiyati; Tengku Wahyudi Rasyid; Firdaus; Chitra Hermawan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17886

Abstract

Infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian. Namun, banyak jaringan irigasi mengalami penurunan fungsi akibat kerusakan fisik, keterbatasan pemeliharaan, dan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) pada Bendung Uwai di Daerah Irigasi SIKUBALPAWAI, Kabupaten Kampar, serta mengevaluasi kondisi kinerja jaringan irigasi sebagai dasar optimalisasi pengelolaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui survei lapangan (data primer) dan dokumen teknis dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III (data sekunder). Analisis dilakukan melalui penilaian indeks kinerja irigasi berdasarkan enam indikator utama serta perhitungan biaya AKNOP yang mencakup aspek manajemen, operasi, dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kinerja jaringan irigasi sebesar 66,27% yang termasuk kategori kondisi sedang dengan tingkat kinerja kurang dan perlu perhatian. Total kebutuhan biaya AKNOP tahun 2025 adalah sebesar Rp2.840.690.900, terdiri dari biaya manajemen Rp1.471.615.398, biaya operasi Rp78.868.800, dan biaya pemeliharaan Rp930.206.701. Pembahasan menunjukkan bahwa aspek prasarana fisik menjadi prioritas utama perbaikan karena berpengaruh langsung terhadap distribusi air dan produktivitas pertanian. Kesimpulannya, kondisi jaringan irigasi memerlukan peningkatan kegiatan operasi dan pemeliharaan secara terencana. Disarankan adanya peningkatan alokasi anggaran berbasis AKNOP serta penguatan partisipasi kelembagaan petani. Implikasinya, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan kebijakan pengelolaan irigasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.