Pendahuluan : Pengelolaan obat di Puskesmas merupakan indikator mutu pelayanan kefarmasian yang menentukan keberhasilan manajemen Puskesmas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan obat di UPTD Puskesmas Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya dengan parameter: ketepatan perencanaan obat, kesesuaian obat tersedia dengan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN), persentase obat tidak diresepkan selama 6 bulan, obat kadaluarsa/rusak, dan penggunaan obat generik. Metode : penelitian bersifat deskriptif retrospektif dengan analisis kuantitatif pada data RKO (Rencana Kebutuhan Obat) dan LPLPO periode Januari–Desember 2023. Hasil : menunjukkan ketepatan perencanaan obat 79,7% (belum mencapai standar ideal 100%), kesesuaian obat dengan DOEN 87,2%, obat tidak diresepkan 22%, obat kadaluarsa 16,3%, dan penggunaan obat generik 100%. Kebanyakan indikator tersebut belum memenuhi standar yang ditetapkan (idealnya 0–100% sesuai konteks), kecuali pemakaian obat generik sudah optimal. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan dalam perencanaan, pengadaan, dan pendistribusian obat di Puskesmas. Kesimpulan : Persentase obat yang kadaluarsa atau rusak yaitu sebesar 16,3% dan Persentase obat yang tidak kadaluarsa atau rusak yaitu 83,7%. Belum memenuhi Standar. Persentase Obat Generik yaitu 100% dan Persentase Obat yang tidak termasuk Obat Generik yaitu 0%. Memenuhi Standar.