Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis yang berkembang di masyarakat Desa Sali Sali tentang politik kultural bangsawan bergelar andi yang dianggap ekslusif layak menjadi pemimpin wacana ini terjadi secara turun temurun di Kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan teknik analisis wacana kritis. Hasil penelitian menggabarkan bagaimana simbol, bahasa, dan persepsi membentuk dominasi dan ketimpangan sosial-politik secara sistematis, tetapi tidak formal, Serta ada gejolak kesadaran minoritas pada momentum politik yang dianggap tidak berpihak kepada seluruh masyarakat, dan hanya menguntungkan segelintir pihak.