Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PERLAKUAN MEDIA AIR TERHADAP PERTUMBUHAN PAKCOY (Brassica rapa) SECARA HIDROPONIK DENGAN TEKNIK DFT (Deep Flow Technique) Lina Rahmawati; Nabilla Munawarah; Arif Sardi; Jamaluddinsyah
KENANGA : Journal of Biological Sciences and Applied Biology Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/kenanga.v2i2.2384

Abstract

Hidroponik adalah salah satu metode budidaya tanaman yang tidak menggunakan media tanah, tetapi memanfaatkan air. Metode hidroponik pada pertumbuhan tanaman pakcoy dapat menggunakan Deep Flow Technique (DFT), yang mensirkulasrikan larutan nutrisi dan media tanam secara terus menerus selama 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa) dan mengetahui bagaimana perbedaan hasil pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa) dengan perlakuan Air AC dan Air PDAM menggunakan teknik DFT. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 September – 1 November 2021 di Kebun Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negri Ar-raniry. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Independent Sampel T-Test dengan 2 perlakuan media tanam, perlakuan 1 media menggunakan air AC dan perlakuan 2 menggunakan air PDAM. Berdasarkan hasil Uji Independent sampel T-Tes dari parameter tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun, jumlah daun, berat basah, dan panjang akar memiliki hasil tidak dapat perbedaan nyata atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian media tanam air AC dan air PDAM dan memiliki nilai P > 0,5. Sedangkan pada parameter tekstur akar memiliki bentuk akar tunggang dengan serabut yang banyak, berwarna coklat dan berukuran panjang.
LITTER BIOMASS AND CARBON STORAGE IN PRIA LAOT WATERFALL TOURISM AREA, BATEE SHOEK VILLAGE, SABANG Anita, Seri; Jamaluddinsyah
Indonesian Journal of Environmental Sustainability Vol. 3 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Center for Environmental Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijes.v3i2.9338

Abstract

Differences in climate and human activities, such as deforestation and intensive agriculture, can increase litter carbon emissions, thereby contributing to global warming. Waterfall tourism areas possess vegetation characteristics that differ from those of natural forests, making it essential to analyze litter biomass and carbon storage in Pria Laot Waterfall Tourism Area, Sabang City. This study employed a purposive sampling method using transect lines and plots to determine litter biomass, carbon storage, and the environmental parameters influencing these factors. The results showed that the total litter biomass in Pria Laot Waterfall Area, Batee Shoek, Sabang, reached 6.47 kg, with an average of 1.32 kg per transect. Transect 3 exhibited the highest litter biomass (3.52 kg), while Transect 1 recorded the lowest (0.99 kg). The total stored litter carbon in the area was 0.253 kg, with an average of 0.084 kg per transect. Transect 3 also had the highest litter carbon (0.138 kg), whereas Transect 1 had the lowest (0.039 kg). The litter carbon storage in the area amounted to 2.53 tons/ha, with Transect 3 showing the highest value (1.38 tons/ha) and Transect 1 the lowest (0.39 tons/ha). The study concludes that variations exist in litter biomass and carbon storage across transects, where transects located near settlements exhibited higher biomass and carbon storage. These findings indicate that environmental factors play a crucial role in determining litter and carbon distribution.