Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh leverage, struktur modal, dan likuiditas terhadap tax avoidance pada perusahaan pertambangan di industri minyak dan gas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasari oleh maraknya praktik penghindaran pajak oleh perusahaan, termasuk di sektor pertambangan, sebagai upaya manajemen dalam meminimalkan beban pajak akibat fluktuasi harga minyak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel terdiri dari 20 perusahaan dengan teknik analisis yang mencakup uji asumsi klasik, regresi data panel, uji T, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, leverage, struktur modal, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Secara parsial, leverage berpengaruh negatif signifikan, struktur modal berpengaruh positif signifikan, sedangkan likuiditas tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Temuan ini mengindikasikan bahwa manajemen perusahaan memanfaatkan struktur pembiayaan untuk mengelola beban pajak, namun ketersediaan likuiditas tidak menjadi faktor dominan dalam penghindaran pajak.