Abstrak Aspal beton padat memiliki permeabilitas rendah sehingga air hujan sulit meresap, yang berpotensi menimbulkan genangan dan menurunkan keselamatan lalu lintas. Aspal beton porus dikembangkan sebagai alternatif dengan struktur gradasi terbuka yang menghasilkan rongga saling terhubung, sehingga memungkinkan air mengalir ke lapisan bawah perkerasan. Namun, karakteristik ini umumnya berdampak pada penurunan stabilitas campuran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis aspal dan gradasi agregat terhadap kinerja mekanik dan hidrologis aspal beton porus. Variasi yang digunakan meliputi aspal termodifikasi AKAP PG-76 dan aspal konvensional PEN 60/70, serta gradasi agregat AAPA dan British Standard. Benda uji disiapkan dari kombinasi kedua jenis aspal dan gradasi, kemudian diuji menggunakan pengujian Marshall, Cantabro, dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AKAP PG-76 meningkatkan stabilitas Marshall dan ketahanan keausan campuran, sedangkan variasi gradasi agregat berpengaruh signifikan terhadap nilai permeabilitas. Temuan ini memberikan dasar teknis dalam pemilihan kombinasi material untuk meningkatkan kinerja aspal beton porus. Kata kunci: Aspal beton porus; Stabilitas Marshall; Permeabilitas; Gradasi agregat; Uji Cantabro Abstract Dense asphalt concrete has low permeability, which limits rainwater infiltration and may cause surface ponding that reduces traffic safety. Porous asphalt concrete has been developed as an alternative by employing an open-graded structure with interconnected voids, allowing water to drain into underlying pavement layers. However, this characteristic often leads to lower mixture stability compared to conventional asphalt concrete, requiring a balance between mechanical and hydraulic performance. This study analyzes the effects of asphalt type and aggregate gradation on the mechanical and hydrological performance of porous asphalt concrete. The variables include modified asphalt AKAP PG-76 and conventional asphalt PEN 60/70, as well as AAPA and British Standard aggregate gradations. Specimens were prepared from combinations of asphalt types and gradations and evaluated using Marshall stability, Cantabro abrasion resistance, and permeability tests. The results indicate that AKAP PG-76 improves Marshall stability and abrasion resistance, while aggregate gradation plays a dominant role in controlling permeability. These findings provide insight into optimizing porous asphalt mixtures through binder modification and gradation design. Keywords: Porous asphalt concrete; Marshall stability; Permeability; Aggregate gradation; Cantabro test