p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pena Emas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pena Emas

Analisis Peran Ayah dalam Membentuk Kesadaran Anti-Bullying Pada Anak Muthomimah, Ima
PenaEmas Vol 2 No 2 (2024): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v2i2.48

Abstract

Tulisan ini membahas tentang maraknya kasus bullying yang terjadi di kalangan pelajar. Bentuk bullying yang terjadi juga semakin menyita perhatian dari berbagai kalangan. Bahkan tak jarang perilaku bullying menyebabkan nyawa melayang. Upaya pencegahan dan penanggulangan kasus bullying terus menerus digaungkan baik upaya dari pemerintah, sekolah, maupun lingkungan Masyarakat. Namun, yang tak kalah penting adalah pembentukan kesadaran anak anti-bullying dimulai dari pendidikan pertamanya di rumah alias keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan fenomena bullying yang terjadi dan menganalisis bagaimana peran keluarga, khususnya ayah, dalam membentuk kesadaran anti-bullying pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, yang mengkaji berbagai sumber terkait masalah bullying dan peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini bahwa peran ayah sangat vital sebagai agen perubahan dalam mendidik anak. Mencari nafkah bukan satu-satunya tugas ayah, tetapi juga sebagai teladan yang dapat menanamkan nilai-nilai karakter termasuk kesadaran anti-bullying, rasa empati, rasa hormat, dan kejujuran. Beberapa peran ayah diantaranya yaitu menjadi teladan, komunikasi terbuka, mengajarkan empati, memberikan pemahaman tentang hak asasi, mendorong anak untuk melapor, mengajarkan anak empati, mendorong kepercayaan diri anak, mengajarkan cara menghadapi konflik, memberikan Pendidikan tentang perbedaan, dan menciptakan lingkungan ang positif di rumah. Tak hanya peran ayah di rumah, untuk membentuk kesadaran anti-bullying pada anak juga perlu Kerjasama dengan pihak sekolah, diantaranya komunikasi terbuka dan rutin, dan pelibatan ayah dalam kegiatan sekolah, Pendidikan nilai di rumah dan sekolah, penyusunan aturan bersama, membangun lingkungan yang mendukung, serta penyuluhan dan edukasi bersama.
Pendidikan Karakter dalam Adab dan Tradisi Pondok Pesantren di Indonesia: Analisis terhadap Persepsi Feodalisme di Media Muthomimah, Ima
PenaEmas Vol 3 No 2 (2025): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v3i2.66

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya pemberitaan di salah satu stasiun televisi nasional yang menilai bahwa tradisi di pondok pesantren di Indonesia mengandung unsur feodalisme atau perbudakan. Pemberitaan tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak setuju dengan pandangan itu karena menilai tradisi pesantren dianggap berlebihan dan tidak sejalan dengan ajaran Islam. Namun, sebagian lainnya tidak sepakat dan menilai anggapan tersebut muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap budaya serta sistem pendidikan khas pesantren. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam adab dan tradisi pesantren, serta menelusuri bagaimana media membentuk citra dan narasi mengenai tradisi tersebut dalam pemberitaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui pengumpulan data melalui media literatur, observasi lapangan, dan wawancara langsung dengan beberapa tokoh pesantren seperti Kiyai, Ustaz, dan santri. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan data wacana kritis untuk memahami cara media mnegkontruksi makna dan istilah ‘feodalisme’ muncul karena perbedaan sudut pandang terhadap tradisi pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghormatan santri kepada orang yang mendidiknya selama di pesantren alias Kiyai dan tradisi hierarkis di pesantren bukan bentuk feodalisme, melaikan bagian dari penanaman nilai-nilai pendidikna karakter yang menanamkan nilai sopan santun, penghargaan terhadap ilmu, serta pembentukan pribadi yang berakhlak. Adat dan tradisi tersebut justru menjadi sarana pembentukan karakter dan spiritual yang kuat. Maka, tuduhan adanya feodalisme di pesantren disebabkan kesalahpahaman dalam membaca konteks budaya dan nilai pendidikan islam yang khas.