Gangguan tidur adalah kelainan pada pola tidur seseorang. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan kualitas tidur yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan penderitanya. Gangguan tidur dapat ditandai dengan mengantuk di siang hari, sulit tidur di malam hari, atau siklus tidur dan bangun tidur yang tidak teratur. Pravelansi gangguan tidur pada lanjut usia cukup tinggi, berdasarkan data dari National Sleep Foundation tahun 2010 menemukan bahwa orang yang lebih tua sekitar 65 tahun ke atas dilaporkan 67% dari 1.508 lanjut usia di Amerika mengalami gangguan tidur dan sebanyak 7,3% lanjut usia mengeluhkan gangguan memulai dan mempertahankan tidur. Sementara itu di Indonesia pada usia 65 tahun terdapat sekitar 50% mengalami gangguan Kualitas tidur, kualitas tidur buruk lanjut usia dapat diatasi dengan cara non farmakologis yaitu dengan aromaterapi, salah satu aromaterapi yang sering digunakan adalah aromaterapi lavender dimana memiliki komponen utama yaitu linalool dan linaly asetat yang mana dapat meningkatkan gelombang - gelombang alfadi dalam otak dan gelombang inilah yang mendorong dan merangsang pengeluaran hormon endofrin sehingga menciptakan keadaan yang rileks atau menenangkan, dapat mengatasi gangguan tidur dan juga depresi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap perubahan kualitas tidur pada lansia dengan gangguan tidur di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah non-probability sampling. Sedangkan metode pengambilan sampling yang digunakan Teknik Accidental Sampling, sampel berjumlah 16 responden. Pengumpulan data menggunakan questioner Pittsburgh sleep quality index (PSQI). Data dianalisis secara univariat daan bivariat dengan uji wilcoxcon. Hasil uji wilcoxcon diperoleh ρ =0,005< =0,05, maka Ho ditolak, dengan tingkat signifikasi 5% maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender pada lansia dengan kualitas tidur buruk.